4 langkah menyusun dan menulis artikel yang baik dan benar

Mengelolablog.com - Dunia kepenulisan memang sangatlah dahsyat. Banyak karya tulis yang akhirnya bisa menginspirasi , memotivasi, bahkan membuat si pembaca melakukan apa yang di sampaikan dalam tulisan tersebut. Bahkan, perilaku manusia bisa berubah hanya karena membaca sebuah artikel entah itu motivasi ataupun provokatif.

Mungkin kamu masih ingat pada saat pilpres 2014 yang lalu. Banyak artikel di media yang saling memfavoritkan calon presiden pilihannya masing-masing. Mereka mengeluarkan opini, kritik dan masing-masing argumen untuk membela calon presiden pilihannya tersebut.

Tak jarang banyak pembaca entah di blog, website, media sosial, koran , majalah, tivi, dll, menjadi tergugah ataupun terprovokasi sehingga saling melancarkan argumen pada pihak lawannya. Hal ini menjadi bukti bahwa sebuah tulisan sanggup mengubah perilaku seseorang untuk berubah.

Untuk membuat artikel yang mampu menggugah emosi pembaca, dibutuhkan ketrampilan menulis dan menyampaikan ide melalui tulisan. Namun ketrampilan itu perlu diasah dan dilatih, sehingga setiap kata yang tertuang dalam tulisan sesuai dengan pemikiran penulis dan bisa dipahami serta dimengerti oleh pembaca.

Didalam menulis sebuah artikel, kamu akan melewati beberapa proses penulisan, dimana dalam proses tersebut, terdapat langkah - langkah serta cara-cara yang perlu kita pahami agar tujuan kita membuat sebuah artikel menarik bisa berhasil.

Pada artikel kali ini, saya akan menginformasikan langkah serta cara menyusun dan menulis artikel yang baik dan benar. Apa saja langkah yang dilakukan saat kita memulai untuk membuat sebuah artikel yang baik dan benar ? simak informasinya di bawah ini.

4 tahap menulis artikel yang baik dan menarik


Langkah #1  : Pre -Writing (sebelum menulis)


Pre-writing adalah tahapan yang terjadi saat hendak memulai menulis sebuah artikel. Sering pula kita tidak menyadari bahwa kita sedang menjalani proses  pre-writing saat memulai pembuatan sebuah artikel.

Proses ini biasanya terjadi begitu saja dan berlalu tanpa kita mengetahui cara memulai membuat artikel yang tersusun dan terarah.

Pre-writing merupakan langkah awal penyusunan artikel yang menjadi petunjuk arah seperti apa isi dan tujuan artikel yang akan kita kerjakan. Tentu kamu ingat dong saat mau menulis artikel.

Apa yang terlintas pertama kali dalam pikiranmu ? Apakah pikiranmu menjawab Judul ? atau tema artikel ?  Jika ya, berarti kita memiliki pengalaman yang sama sebagai blogger ataupun penulis.

Sebagai proses persiapan sebelum menulis, pre-writing memiliki 3 aktifitas utama yang perlu dilakukan sebagai langkah awal menulis artikel berkualitas.

Hal ini perlu dilakukan supaya makna dan isi yang terkandung didalam artikel kamu mudah dimengerti oleh pembaca.  Berikut adalah 3 aktifitas yang perlu dilakukan pada tahap pre-writing dalam menyusun artikel .

1. Menentukan Tema dan Judul

Ketika kita akan membuat sebuah artikel, tema dan judul selalu menjadi pertanyaan yang pertama kali kita pikirkan.

Sekedar mengingat saja, tema adalah pokok pembicaraan atau pokok persoalan yang mendasari isi artikel secara menyeluruh. Sedangkan judul merupakan kepala artikel yang memberikan penjelasan awal isi artikel secara singkat.

Baca juga :
1.Cara membuat judul postingan yang menarik.
2.Cara membuat artikel yang berkualitas.

2. Pengumpulan Bahan artikel

Setelah tema ataupun judul artikel didapat, proses selanjutnya adalah mengumpulkan  dan menyusun bahan artikel. Proses pengumpulan bahan ini bisa kamu cari secara online maupun offline.

Namun perlu di ingat bahwa bahan-bahan tersebut hanya sekedar referensi. Jangan jadikan kebiasaan copy paste menjadi budaya kamu saat membuat artikel.

Sebagai contoh, kamu akan menulis artikel tentang membuat desain blog . Maka bahan-bahan artikel yang akan digunakan bisa mengacu pada beberapa materi artikel seperti berikut :
  • pengenalan dasar HTML 
  • pengenalan struktur template blog
  • pemilihan bentuk dan desain blog
  • penggunaan warna template yang akan digunakan
  • dll
Dengan adanya bahan-bahan referensi artikel seperti contoh diatas, maka kita akan lebih mudah untuk mengelompokkan, menyusun  dan membentuk pola kerangka artikel yang akan kita buat.

3. Menyeleksi dan menyusun bahan artikel yang sudah dikumpulkan

Proses terakhir dari pre-writing ini adalah menyeleksi susunan bahan artikel yang sudah kamu kumpulkan tadi. Penyeleksian ini berfungsi untuk menjaga alur artikel kita menjadi terarah dan  tidak meluas sehingga artikel bisa tetap fokus pada bahasan yang sedang di uraikan.

Pola penyeleksian bahan-bahan artikel ini bisa kamu pilih melalui klasifikasi tingkat urgensi dan kesesuaian diantara bahan artikel yang sudah terkumpul tadi dengan cara yang teliti dan sistematis.

Lantas bagaimana melakukan penyeleksian terhadap bahan artikel yang sudah disusun dan terkumpul ?   Untuk memudahkan, kamu dapat menggunakan 3 pertanyaan di bawah ini untuk melakukan klasifikasi dan penyeleksian bahan artikel yang akan digunakan.
  • Apakah bahan artikel ini memiliki manfaat untuk 'goal' artikel yang saya buat?
  • Apakah bahan artikel ini masih valid untuk digunakan saat ini ?
  • Apakah bahan artikel ini bisa dikelompokan menjadi beberapa  jenis artikel  yang memiliki kesamaan dan  bisa mendukung  'goal' artikel saya ?

Jika kita mengetahui apa saja yang terjadi dalam proses pre-writing ini dan menerapkannya sebagai sebuah standard untuk membuat artikel, setidaknya kita sudah memiliki mindset dan sistem kerja yang bisa kita ulangi dimasa mendatang agar kualitas artikel yang dihasilkan menjadi lebih baik lagi.


Langkah #2. Drafting (Membuat kerangka artikel)


Drafting adalah tahapan membuat kerangka artikel. Pada tahap ini bahan-bahan artikel yang sudah kita pilih, kita susun dan kelompokkan menjadi beberapa topik bahasan supaya artikel kita tetap fokus dan tidak keluar dari tema yang memang menjadi pikiran pokok artikel.

Pengelompokkan topik bahasan ini secara tidak langsung akan membentuk sebuah susunan kerangka artikel yang siap kita gunakan sebagai landasan membuat artikel lengkap yang sistematis dan terarah.

Ada 2 pola yang saat ini diketahui dalam penyusunan kerangka artikel / draft

1. Pola Alamiah

Pola ini disusun berdasarkan urutan bahan artikel yang disesuaikan dengan keadaan yang nyata yang  kemudian dibagi lagi  berdasarkan 3 bagian utama yaitu

a. Urutan ruang (spasial) 
Urutan ini biasanya digunakan untuk artikel yang bersifat deskriptif. Dikategorikan jika urutan bahan artikel yang akan kita uraikan bertalian erat dengan tempat ataupun wilayah.

b. Urutan waktu
Urutan ini disusun berdasarkan  runtutan waktu yang menguraikan kejadian sebuah peristiwa secara bertahap sehingga menggambarkan bagaimana sebuah peristiwa itu bisa terjadi.

c. Urutan Topik yang ada
Urutan yang disusun berdasarkan penjelasan secara detail terhadap masing masing topik  tanpa mempersoalkan bagian mana yang lebih penting dari topik lainnya dalam artikel tersebut.


2. Pola Logis 

Pola logis merupakan susunan kerangka artikel yang dibentuk melalui pendekatan terhadap pola pikir manusia ( logika ). Susunan logis dapat dibagi kembali menjadi beberapa bagian berdasarkan urutan sebagai berikut :

a. Klimaks dan anti klimaks
Urutan ini terjadi akibat kesimpulan penulis yang beranggapan bahwa situasi tertentu memiliki posisi dan kedudukan yang lebih tinggi dibanding situasi yang lainnya.

b. Umum - Khusus
Urutan ini dapat dicirikan berdasarkan materi dimana pembahasan yang dimuat, diulas secara menyeluruh (umum) dan dilanjutkan dengan pembahasan yang lebih terperinci (khusus) .

c. Sebab - akibat
Urutan yang cukup efektif digunakan pada penulisan sejarah atau persoalan yang biasa di hadapi umat manusia secara umum. Urutan ini mencakup pola artikel berdasarkan sebab ke akibat dan urutan akibat ke sebab.

d. Familiaritas
Urutan yang digunakan dengan memulai suatu hal yang sudah banyak dikenal dan secara bertahap masuk ke hal-hal yang kurang atau belum dikenal.

e. Akseptabilitas
Jika familiaritas menggunakan dasar di kenal atau tidak, Akseptabilitas menggunakan gagasan ataupun pendapat yang bisa diterima atau tidak oleh pembaca.

f. Pemecahan masalah
Urutan ini biasanya menggunakan tiga bagian utama sebagai pola penulisan dimana mengacu kepada deskripsi permasalahan dan penanggulangan terhadap permasalahan tersebut.

Proses drafting inilah yang menjadi dasar pengembangan ide artikel untuk bisa mengalir secara sistemastis dan terarah. Bahan-bahan artikel yang sudah kita kumpulkan tersebut dapat kita kelompokkan menjadi satu kerangka artikel yang mengacu pada urutan/ alur cerita seperti pada pola yang sudah diterangkan pada poin diatas.


Langkah #3. Writing (penulisan)


Writing adalah tahapan utama dalam proses pembuatan artikel.  Draft yang sudah dibuat pada tahap sebelumnya mulai dikembangkan menjadi sebuah paragraf dalam artikel.

Disini kamu sudah mulai mengembangkan pokok pikiran dari masing-masing draft. Menyatukan bahan dari poin satu ke poin lainnya dengan memperhatikan gaya bahasa serta kesesuaian ide dan makna dalam artikel tersebut.

Didalam pembuatan artikel, struktur artikel bisa menjadi panduan untuk kamu memulai dan mengembangkan masing-masing paragraf serta pokok pikiran dalam draft.

Apa saja struktur dalam artikel yang baik dan mudah dicerna oleh pembaca ? Berikut adalah struktur artikel yang lazim digunakan sebagai kaidah untuk membuat artikel yang baik.

Membuat Judul Artikel

Judul artikel merupakan Kepala Artikel, digunakan sebagai deskripsi singkat dari keseluruhan isi artikel. Judul wajib menggambarkan apa isi artikel yang akan dibahas.

Membuat Paragraf pembuka ( pendahuluan )

Paragaraf pembuka digunakan untuk memulai pembahasan sebelum masuk kedalam topik pembicaraan dalam artikel. Kalimat dalam paragraf pembuka  sifatnya ringan dan berkesan basa-basi namun  memiliki kekuatan untuk membujuk  supaya pembaca memiliki pengertian terlebih dahulu sebelum masuk kedalam inti materi artikel.

Membuat Isi Batang tubuh artikel

Batang tubuh artikel merupakan inti pokok dari materi yang disampaikan dalam artikel. Terkadang bisa terdiri dari beberapa paragraf panjang dengan fungsi untuk menjelaskan materi pembahasan secara lebih mendetail. Tentu pembahasan ini merupakan pengembangan dari draft yang sudah dibuat yang disertai oleh bahan-bahan pendukung isi materi artikel.

Membuat Paragraf penutup

Paragraf penutup artikel merupakan bagian terakhir dalam sebuah struktur artikel. Paragraf ini biasanya berisikan kesimpulan dari materi artikel serta kalimat penutup yang menandakan bahwa artikel selesai.

Dengan mengikuti kaidah dan struktur dalam membuat artikel, akan meminimalisir dan mengurangi pengulangan makna serta kesamaan maksud pada setiap paragraf yang dikembangkan.

Hal ini juga akan membentuk alur bahasa dan cerita dalam artikel supaya mengalir sehingga pembaca dapat mengerti maksud dan tujuan dari isi artikel yang dibuat tersebut.


Langkah #4. Editing dan revisi


Editing merupakan proses yang cukup penting  dalam pembuatan artikel. Pada tahap ini keseluruhan artikel diperiksa kembali baik ejaan, tata bahasa dan maksud serta tujuan artikel tersebut di buat.

Proses editing ini memerlukan ketelitian yang baik untuk menjaga kualitas isi artikel dengan tujuan sipembaca  benar-benar bisa memahami makna dan isi yang ditulis.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam proses editing supaya artikel yang sedang diedit benar-benar memiliki manfaat dan isi yang jelas terhadap kebutuhan pembaca. Apa saja yang perlu diperiksa pada proses editing ini ?

Edit isi artikelnya

Berguna untuk memastikan bahwa ide-ide yang akan disampaikan dalam artikel lengkap dan sesuai dengan keinginan penulis.

Edit tata bahasa serta ejaannya

Berguna untuk memastikan ejaan dalam artikel serta tata bahasa. Hal ini perlu diperhatikan untuk mengikuti pedoman EYD agar pemahaman pembaca pada masing-masing kalimat sesuai dengan apa yang ingin disampaikan oleh penulis.

Edit sistimatika penulisan dan logika dalam artikel

Berguna untuk memastikan alur jalan cerita dari artikel yang disampaikan, tidak saling tumpang tindih dan membingungkan pembaca serta dapat diterima oleh logika.

Edit perbendaharaan kata ( kosa kata )

Berguna untuk memastikan kata-kata yang disampaikan memiliki arti yang jelas bagi pembaca. Ada kalanya diperlukan ragam bahasa lain ( bahasa inggris atau bahasa daerah yang lazim digunakan ) untuk memaksimalkan makna kata tersebut.

Edit Gaya penyampaian.

Berguna untuk memastikan gaya penyampaian sesuai dengan materi artikel sehingga pembaca mudah mencerna isi artikel tersebut. Gaya penyampaian ini biasanya disesuaikan dengan materi artikel yang disampaikan. Untuk artikel pada penggunaan resmi dan formal tentu gaya penyampaiannya akan berbeda dengan artikel pada posting blog pribadi.

Setelah memeriksa dan meninjau kembali melalui 5 langkah editing artikel diatas, diharapkan kualitas artikel dan tujuan dari artikel dibuat bisa lebih mudah dipahami oleh pembaca.


Kesimpulan


Menulis artikel bisa dilakukan oleh siapapun, namun menulis artikel yang baik dan menarik memerlukan latihan secara terus menerus dan terstruktur.

Dengan mengetahui langkah dan cara menulis artikel yang baik, akan membuat latihan kamu untuk menulis artikel semakin berkembang dan maju, siapa tau ada penerbit lokal atau mancanegara yang berminat terhadap tulisan kamu, bukan tidak mungkin kamu akan menjadi penulis terkenal.

Demikianlah langkah serta cara menulis artikel yang baik dan menarik saya informasikan , semoga tulisan ringkas ini bisa berguna dan bermanfaat.
Share ke : f tG+

6 comments:

Informasi:
Form komentar ini menggunakan moderasi, setiap komentar yang masuk akan melalui proses pemeriksaan sebelum ditampilkan dalam kolom komentar. Memasang link di komentar tidak akan di tampilkan. Hanya komentar yang membangun dan sesuai topik artikel saja yang akan saya tampilkan. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.