Bounce Rate Blog Saya Nilainya Tinggi ? Ternyata ini penyebabnya...

Seperti sudah pernah saya jelaskan pada postingan sebelumnya tentang apa itu Bounce Rate, nilai bounce rate yang tinggi bisa menjadi salah satu indikator bahwa pengunjung "sedikit kesulitan" ketika mengakses halaman blog kita.

Seperti contohnya kecepatan loading untuk membuka halaman yang sangat lambat, konten yang tidak relevan, desain halaman yang tidak baik, dan lain sebagainya.

Ya, bounce rate dengan nilai persentase yang tinggi secara garis besar bisa mengindikasikan hal-hal seperti yang sudah saya sebutkan diatas. Tentu saja, untuk menemukan dari mana penyebab utama tingginya nilai bounce rate bisa saya bilang tidak mudah.

Pasalnya, kita harus benar-benar memeriksa satu-persatu hal-hal yang menjadi penyebab tingginya nilai bounce rate tersebut. Dan saya katakan kembali bahwa ini tidaklah mudah, apalagi bagi yang belum terbiasa dengan menu dan isi yang ada didalam halaman Google Analytics.

Bounce rate

Namun, sebelum anda berpusing ria dengan banyak nya data yang harus diperiksa karena terindikasi menjadi penyebab bounce rate tinggi, ada baiknya anda memeriksa kembali pemasangan kode script Google Analytics di template blog Anda, apakah pemasangannya sudah benar atau belum.

Pengalaman ini saya rasakan beberapa waktu lalu ketika mencoba untuk meningkatkan kecepatan loading blog. Nilai persentase bunce rate tiba-tiba melonjak tinggi, dan ini berlangsung beberapa hari saja, kemudian perlahan menurun kembali setelah saya menemukan penyebabnya.


Mencari Penyebab Nilai Bounce Rate Tinggi


Waktu itu saya melihat script Google Analytics mengindikasikan waktu load halaman yang cukup lama melalui Pagespeed Insight Tool, yang mana ini menjadi penyebab mengapa load  halaman blog saya lambat.

Crosscheck pada templatepun saya lakukan dan melihat kenyataan bahwa ada 2 kode Google Analytics. Satu kode berasal dari template dan sudah terintegrasi dengan kode yang sama pada Google Analytics, satunya lagi berasal dari pemasangan manual (kode diambil dari tracking code di Google Analytics).

Atas dasar saran dari pagespeed insight tools bahwa kode Gogle Analytics tersebut memakan waktu load yang lama, maka saya memutuskan untuk melepas kode tersebut, yaitu kode yang dilakukan melalui pemasangan manual.

Dengan begitu, maka kecepatan load blog saya bisa meningkat. Perubahan template saya simpan dan melanjutan untuk membuat artikel kembali.

Sebagai catatan, setelah saya menyimpan perubahan template, pemeriksaan terhadap visitor melalui data real time overview tetap saya lakukan, yang artinya pemeriksaan terhadap kinerja data tracking Google Analytics masih bisa berfungsi.

Singkat cerita, hampir seminggu sudah saya melepas kode tersebut, hingga waktunya untuk melihat dan memeriksa perkembangan traffik pengunjung di Google Analytics.

Melihat data yang tampil, saya agak sedikit terkejut karena melihat nilai bounce rate tiba-tiba melonjak tinggi, dari yang sebelumnya berada di kisaran 5-10% saja, tiba-tiba dihari-hari berikutnya berubah menjadi diatas 70% (pada gambar bounce rate 89.29%) , dan ini sudah berlangsung selama 5 harian.

Saat melakukan pemeriksaan, saya lupa bahwa sebelumnya saya pernah melepas kode Google Analytics yang dipasang secara manual.

Bounce rate tinggi

Mulailah pemeriksaan terhadap penyebab-penyebab mengapa bounce rate tinggi saya lakukan. Saya buka satu persatu data-data terkait kecepatan loading, lama waktu kunjungan serta nilai bounce rate di masing-masing halaman. Namun pada data-data tersebut saya tidak menemukan keanehan yang berarti.

Hingga akhirnya saya teringat kembali bahwa beberapa hari yang lalu saya pernah melepas kode Google Analytics. Lantas kode Google Analytics saya pasang kembali kemudian simpan dan tinggal menunggu hasilnya.

Dan di hari berikutnya, saya melihat bahwa nilai Bounce Rate kembali normal menjadi di kisaran angka 5-10% seperti sebelum saya melepas kode tersebut.

bounce rate rendah


Kesimpulan


Untuk mencari penyebab-penyebab nilai bounce rate tinggi di Google Analytics memang tidak melulu terkait pada hal-hal yang berhubungan dengan interaksi pengunjung di halaman blog kita, bisa jadi nilai yang tinggi tersebut muncul akibat pemasangan kode tracking yang tidak tepat, atau tanpa sengaja terhapus sebagian ketika kita melakukan perbaikan-perbaikan pada template blog kita.

Telusurilah dari hal-hal yang paling dasar terlebih dahulu sebelum masuk untuk menelusuri data-data penunjang lebih jauh yang bisa saja membuat anda menjadi lebih pusing. Demikianlah artikel ini bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat :)

Berlangganan Artikel Via Email :

2 comments:

  1. Bener banget itu mas��
    Kasus saya sih agak sedikit berbeda,khusus speedload ternyata ada pada terlalu banyaknya Java script yang berasal dari google apis....akhirnya setelah saya kunjungi sumbernya ada kode2 yang telah dikompresi...akhirnya saya masukin kedalam templete dengan dibubuhi style.../style.dan saya taruh ditengah kode style tersebut.alhasil berhasil speedload saya malah naik....dan bounce rate yang tdnya 80% lama kelamaan turun jg SMP 30an% kemaren sy cek......memang harus detail buat ngobatin speedload penyebab bounce rate tinggi��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, memang untuk bounce rate ini ngga sama penyakitnya antara satu blog dengan blog yang lainnya. dan itu perlu di liat dulu data-data pendukungnya terlebih dahulu.

      Delete

Informasi:
Form komentar ini menggunakan moderasi, setiap komentar yang masuk akan melalui proses pemeriksaan sebelum ditampilkan dalam kolom komentar. Memasang link yang sifatnya promosi di dalam komentar tidak akan di tampilkan. Hanya komentar yang membangun dan sesuai topik artikel saja yang akan saya tampilkan. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.