Format dan gaya penulisan artikel blog yang nyaman dibaca

Format dan gaya penulisan artikel blog yang nyaman dibaca

Membuat artikel blog yang nyaman dibaca memang bukan perkara mudah, tapi bukan berarti kita tidak bisa kan ya...

Hanya mengandalkan konsep dan isi yang konten yang jelaspun bukan menjadi jaminan bahwa artikel dalam blog kita bisa nyaman dibaca.

Lantas bagaimana caranya membuat artikel blog yang nyaman dibaca ?

Salah satu cara paling mudah adalah dengan meniru dan mempelajari format serta gaya penulisan yang dilakukan oleh blogger-blogger kenamaan.

Coba deh perhatikan blognya mas Dharmawan di panduanim.com atau coba kunjungi blognya mas sugeng di sugeng.id.

Dua-duanya adalah blog ternama di kalangan blogger Indonesia yang saya yakin pasti banyak viewernya. Dua-duanya juga memiliki format dan gaya penulisan yang berbeda dari blogger-blogger lainnya.

Ada 2 ciri khas yang bisa kita temui
  • Ciri pertama adalah gaya penulisannya
  • yang kedua adalah format tulisannya

format dan gaya penulisan artikel blog


Gaya penulisan


Gaya penulisan yang dipakai pada kedua blog tersebut adalah gaya seperti orang yang sedang berbicara, bukan gaya penulisan layaknya menulis laporan.

Tau kan gaya penulisan model pelaporan...

... coba baca aja postingan-postingan lama di blog ini, pasti Anda akan menemukan banyak artikel dengan gaya penulisan persis seperti orang yang melaporkan sesuatu, :D

kadang dengan gaya formal pula . . . upss

Kembali ke gaya penulisan pada kedua blog tersebut.

Gaya penulisan ini tentu saja unik dan menjadikannya menarik karena setiap kata dan kalimat memiliki ekspresi yang bisa memikat pembacanya.

Pembaca seakan sedang diajak berbicara oleh penulis saat membaca kalimat demi kalimat.

Bahasanya disusun sedemikian rupa agar pembaca benar-benar mudah untuk memahami materi yang disampaikan.

Tidak berbelit-belit, to the point dan relevan.

Padahal,

jika dilihat dari jumlah kata dan waktu yang diperlukan untuk membaca artikel yang disajikan, umumnya  bisa lebih dari 5 menit dengan lebih dari 1500 kata.

Kalau boleh saya bilang, jangankan 5 menit, 1 menit pertama saja jika bahasanya membosankan pasti saya akan close artikel tersebut.

Tapi tidak.

Sebagai contoh, saya coba kutipkan sebuah kalimat pembuka yang ada di salah satu artikelnya mas Dharmawan yang berjudul  "Bagaimana Mendapatkan Penghasilan dari Blog Hingga Ratusan Juta Bahkan Milyaran per Bulan"

Format dan gaya penulisan artikel blog yang nyaman dibaca
Contoh kalimat pembuka di satu artikel blog panduanim

Bagaimana ?

Coba perhatikan penggalan kalimat dan gaya penulisan yang disampaikan,

Bikin penasaran dan ingin terus membaca kan ?

Ada konsep yang jelas dalam artikelnya, ada potongan-potongan kalimat yang memang diramu untuk membuat penasaran pembaca.

"Penggalan-penggalan kata dan kalimat yang tepat maknanya, bisa membangkitkan rasa penasaran pembaca"

Poin inilah yang penting untuk dipelajari dan di praktekkan kalau kita mau mahir membuat tulisan yang menarik.

Baca Juga : 5 Cara membuat kalimat pembuka artikel disukai pembaca


Format penulisan


Coba Anda perhatikan terlebih dahulu  pada gambar dibawah

Format dan gaya penulisan artikel blog
Contoh format dan gaya penulisan  yang berbeda pada artikel blog

Apa yang bisa kita temukan ?

Terlihat baku dan kaku

Meskipun tulisan dan kalimat yang dirangkai dalam gambar diatas tersebut sama persis dengan tulisan yang ada di dalam gambar sebelumnya, namun sangat terasa bedanya

terkesan membosankan dan bikin pusing

Kalimat yang dirangkai terkesan tidak memiliki emosi dan bahkan menjadi datar akibat format tulisan yang kurang tepat.

Artinya, format penulisan sangatlah penting untuk sebuah artikel blog agar menarik dan nyaman dibaca.

Dari 2 contoh yang sudah saya tampilkan, kita bisa melihat bahwa ada beberapa poin penting yang yang bisa digunakan untuk format tulisan blog agar nyaman dibaca


1. Line height

line height atau tinggi baris antar kalimat  sebaiknya memiliki jarak yang cukup untuk membantu kenyamanan mata pembaca.

Terlalu rapat,  jelas menyulitkan pembaca untuk tetap fokus terhadap baris kata yang sedang di baca,

terlalu renggang juga bisa memutuskan pemahaman pada kalimat dari baris sebelumnya.

Dengan line height yang cukup, maka fokus dan  penekanan makna dalam kalimat bisa didapat sekaligus memberikan jeda untuk mengistirahatkan mata pembaca.


2. Efektif paragraf

Efektif paragraf bukan berarti kita menggunakan paragraf-paragraf pendek dalam artikel yang kita terbitkan,

namun lebih ditekankan untuk memberikan penekanan makna yang tepat dalam kalimat yang disampaikan.

Dengan begitu pembaca bisa menemukan "feel" saat membaca akibat ia menemukan makna kalimat yang sepaham dengan pengetahuannya.

Coba perhatikan contohnya pada gambar 1 dan gambar 2 di bawah berikut

Format dan gaya penulisan artikel blog
Contoh perbedaan format paragraf

Terlihat bedanya kan ?


3. Ukuran dan jenis huruf yang enak dibaca

Makna kalimat sudah tepat disampaikan, paragraf juga sudah efektif, line heightnya juga sudah pas

...Tapi hurufnya kekecilan...

...Tapi hurufnya sulit dibaca...

Akhirnya percuma...

Membuat pembaca mengernyitkan dahi dan memicingkan mata adalah kesalahan fatal dari format artikel.

Efeknya jelas ... pengunjung kabur dan blog kita sepi pembaca.

Menentukan ukuran dan jenis huruf yang nyaman dimata pembaca mutlak di lakukan, umumnya ukuran diatas 14px adalah ukuran huruf yang nyaman saat dibaca.


4. Kontras warna

Warna yang kontras antara warna background dengan warna tulisan juga mempengaruhi kenyamanan pembaca.

Paling dominan digunakan adalah tulisan berwarna hitam dengan background putih, atau sebaliknya.

Ketika terpaksa menggunakan warna lain, usahakan agar tulisan tetap bisa dibaca dengan jelas, tidak terlihat samar dan buram.


Kesimpulan

Terkait dengan tampilan dan desain template, untuk mendapatkan format dan gaya penulisan artikel blog yang nyaman dibaca serta sesuai karakter blog kita, tentu diperlukan percobaan-percobaan.

Lebar template, ukuran dan jenis huruf, makna tiap kalimat serta hal-hal lainnya yang berkaitan dengan kenyamanan pembaca merupakan sedikit contoh percobaan yang bisa dilakukan.

Dan hasilnya, tidak serta merta sekali coba sekali pasang, bisa langsung berhasil.

Seperti contohnya pada artikel yang sedang Anda baca ini. . . artikel ini merupakan salah satu percobaan dengan materi yang sudah Anda baca diatas. Nah, bagaimana dengan pendapat Anda ?

Pengalaman Memanfaatkan Page Source

Pengalaman Memanfaatkan Page Source

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa menggunakan kombinasi tombol CTRL+U pada keyboard, akan membuka halaman /page baru yang berisi source code html untuk halaman yang saat itu sudah dibuka, sehingga kode-kode html ataupun script-script lainnya bisa dilihat dan di copy.

Halaman source code ini ternyata banyak juga manfaatnya, dimana salah satunya adalah seperti yang saya alami kali ini ketika ingin menemukan file javascript yang bisa berfungsi untuk menampilkan daftar isi blog yang sesuai dengan tanggal postingan.

Awalnya sih saya ingin membuat artikel tentang cara memasang sitemap / daftar isi blog yang disusun berdasarkan tanggal terbit postingan. Hal ini terkait dengan aktifitas re-share artikel ke sosial media macam Google plus ataupun twitter yang saya lakukan di bulan September lalu.

Dengan adanya halaman daftar isi berdasarkan tanggal terbit postingan ini saya jadi lebih mudah untuk mengatur postingan apa dan sampai dimana share terakhir yang sudah dilakukan sebelumnya.

Namun, karena saya lupa posisi folder tempat menyimpan file javascript tersebut , akhirnya saya coba untuk browsing dan mencarinya di internet, milik rekan blogger lainnya.

Yah, meskipun postingan-postingan seperti ini sudah banyak beredar di kalangan blogger, namun dari sekian banyak artikel yang beredar, rupanya banyak yang scriptnya sudah tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal, postingan-postingan tersebut ada di halaman pertama Google Serp.

pengalaman dengan page source code

Dari sekian banyak tutorial yang sudah saya coba namun tidak berhasil untuk diterapkan, rata-rata mereka masih menggunakan file javascript yang hostingnya (penempatan filenya) berada di situs Googlecode.com dimana situs ini sudah tutup secara permanen pertanggal 25 Januari 2016.

Otomatis, sitemap yang kita harapkan bisa bekerja dan menampilkan daftar isi blog sesuai dengan tanggal terbit postinganpun tidak dapat tampil dan hanya menampilkan halaman kosong saja. Tentu saja hal ini sangat mengecewakan.

Alhasil, saya malah membuat artikel ini yang memanfaatkan halaman source code untuk menemukan file javascript daftar isi dan menggunakannya kembali di page baru. Yuk simak kelanjutannya. .


Coba copy paste langsung dari page Arsip


Sitemap / daftar isi blog yang susunannya sesuai dengan tanggal terbit postingan sebenarnya sudah saya gunakan di halaman Arsip ini. Namun, karena saya tidak menemukan script yang sudah saya simpan sebelumnya, maka inisiatif pertama yang saya lakukan adalah dengan meng-copy langsung dari page arsip yang sudah ada.

Prosesnya sih mudah, tinggal buka page yang berisi script sitemap tadi lalu copy dan pastekan lagsung ke page baru kemudian di save. Akan tetapi, halaman tadi ternyata juga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya dan hanya menampilkan halaman kosong dengan judul diatasnya.

copy paste dari edit post page arsip
Copy paste dari edit post page arsip , hasilnya gagal

Saya pikir sebelumnya, mungkin karena scriptnya mengalami perubahan ketika proses copy paste, maka saya coba atur lagi sedemikian rupa agar susunan script lebih teratur dan benar dengan tujuan memperbesar kemungkinan untuk berhasil.

Tapi nyatanya, sekian lama saya utak-atik itu script, namun tetap saja tidak berhasil ketika halaman di publish, alias tetap tidak muncul daftar isi blog sesuai tanggal postingan tersebut. Harus cari cara lain lagi nih.


Telusuri dari page source


Teringat dari postingan sebelumnya yang masih bertemakan tentang cara pasang sitemap di halaman statis, khususnya pada bagian tentang bagaimana membedakan cara 1 dengan cara 2 yang menggunakan CTRL+U untuk mengakses page source halaman arsip tersebut.

Dari situ saya coba untuk melihat page source dari halaman arsip yang memang berfungsi secara normal, kemudian mencari javascript yang digunakan untuk menampilkan daftar isi blog sesuai tanggal postingan tersebut.

Setelah menemukan file javascript untuk sitemap, lalu saya copy dan pastekan langsung kode tersebut ke dalam page baru pada mode html.

Kemudian page baru tadi, langsung saya terbitkan. Ternyata, cara tersebut bisa efektif digunakan. Halaman daftar isi yang menampilkan link sesuai dengan tanggal postingan bisa tampil dengan benar tanpa ada kesalahan.

Copy paste dari page source, hasilnya berhasil
Copy paste dari page source, hasilnya berhasil

Yep, dengan begitu, akhirnya saya bisa menemukan file javascript yang bisa digunakan kembali untuk membuat sitemap / daftar isi blog yang sesuai dengan tanggal terbit postingan. Untuk contoh halaman percobaanya bisa anda lihat disini.


Kesimpulan


1. Copy paste dari halaman tempat script berada ternyata belum tentu berhasil seperti pada daftar isi yang sudah tampil sebelumnya. Ini artinya, proses copy paste di halaman edit post baik mode html dan mode compose tidak serta merta bisa berhasil jika dipasang di page baru, meskipun langsung dipastekan kedalam laman tersebut.

2. Copy paste file javascript dari page source daftar isi yang berfungsi (dalam hal ini adalah daftar isi blog yang sesuai tanggal terbit postingan) ternyata bisa berfungsi dan script tersebut bisa bekerja dengan normal di halaman.

Dari pengalaman ini saya berharap ada manfaat yang bisa rekan-rekan dapatkan ketika menghadapi kesulitan ketika menerapkan sesuatu kedalam blog khusunya yang berkaitan dengan pemasangan sitemap dan file javascript. Demikianlah artikel tentang pengalaman memanfaatkan page source ini bisa saya bagikan, terima kasih.
#5 Cara mengoptimalkan Meta Description agar lebih SEO friendly

#5 Cara mengoptimalkan Meta Description agar lebih SEO friendly

Di dalam halaman hasil penelusuran (SERPS), bisa kita perhatikan bahwa di bawah setiap link yang ditampilkan, kita akan melihat sejumlah potongan-potongan kalimat yang berfungsi sebagai deskripsi singkat yang akan menjelaskan tentang apa isi dan konten dari link tersebut. Deskripsi singkat ini istilah kerennya lebih dikenal sebagai snippet.

Untuk penjelasan tentang snippet itu sendiri, sebenarnya sudah pernah saya singgung pada postingan sebelumnya, anda dapat membacanya pada artikel snippet dan efek DMOZ.org tutup.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa snippet diambil dari 3 lokasi berbeda sesuai dengan tingkat relevansi kueri yang di inputkan, yaitu dari dalam konten, dari meta description dan terakhir adalah dari DMOZ.org.

Berhubung DMOZ.org sudah menutup layanannya, maka tinggal tersisa 2 kemungkinan terbesar yang akan menjadi acuan untuk digunakan sebagai snippet, yaitu dari meta description dan dari dalam konten.

Ini berarti, selain konten yang menarik, meta description juga memegang peranan penting yang akan memainkan peran SEO on Page dalam setiap artikel yang kita terbitkan. Salah satu alasannya adalah karena meta description kerap dijadikan snippet dihalaman SERPS.

Perlu diketahui, pada blog blogspot ada dua meta description dasar yang digunakan, pertama adalah untuk deskripsi pada halaman home page, indeks dan arsip, satunya lagi adalah untuk halaman posting.

Untuk halaman home page :
Menu setting > Search preferences > Meta tags > description

Untuk halaman postingan :
Menu post > New post > Post setting > Search Description

Jika Anda sudah mengaktifkan meta description untuk halaman home page, maka secara otomatis, search description di halaman postingan juga ikut aktif.

Nah pada artikel kita kali ini, saya akan memberikan tips bagaimana cara mengoptimalkan meta description agar lebih SEO friendly.

mengoptimalkan meta description


#1 . Tulis Meta Description tidak lebih dari 160 karakter huruf


Hal penting pertama untuk membuat meta description menjadi lebih SEO friendly adalah dengan membatasi jumlah karakter pada kalimat yang digunakan.

Maksimal sebanyak 160 karakter saja. Lebih dari itu, biasanya kalimat akan terpotong saat ditampilkan di halaman SERPS karena Google sendiri memang membatasi jumlah maksimal karakter yang bisa digunakan pada snippet.

Gunakan kata-kata dalam kalimat secara efektif dan efisien sehingga bisa merangkum deskripsi lebih sempurna dan tidak melebihi batas penggunaan 160 karakter tersebut.

Kalimat yang terlalu pendek akan menimbulkan tanda tanya bagi pengguna tentang konten yang disajikan dalam link tersebut.

Selain itu penggunaan kata untuk meta description yang terlalu pendek ataupun terlalu panjang juga akan menimbulkan kesalahan di Search Console, yaitu kesalahan short meta description ataupun long meta description.


#2. Masukkan kata kunci utama artikel kedalam kalimat


Sebagaimana kita bisa lihat, kata kunci utama artikel sering ditandai dengan huruf lebih tebal pada hasil halaman pencarian. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk memasukkan kata kunci utama artikel kedalam kalimat pada meta description.

Hal ini bertujuan untuk memudahkan bot dan spider untuk menemukan relevansi antara deskripsi dengan artikel yang disajikan sesuai dengan kata kunci yang ditarget.

Akan lebih baik lagi jika kata kunci yang digunakan dalam kalimat yang mengalir dan tidak dipaksakan. Dengan begitu meta description yang dibuat akan menjadi lebih SEO friendly.


#3. Gunakan kata dalam kalimat yang mengundang klik dari pengunjung


Seperti sudah kita ketahui pada paragraf sebelumnya bahwa meta description kerap digunakan sebagai snippet. Oleh karena itu gunakanlah kalimat efektif yang berguna untuk mengundang klik dari pengunjung.

Kalimat "pelajari lebih lanjut ..." atau "baca selengkapnya ..." bisa menjadi salah satu contoh kalimat yang mengajak pengunjung untuk mengklik link yang mengarah ke blog kita. Gunakan lebih banyak variasi kalimat lainnya yang tentunya bisa anda temukan sendiri guna memberikan variasi kata pada meta description.


#4. Rangkai kalimat yang bisa langsung menjawab sebuah pertanyaan (optional)


Opsi lainnya yang bisa dilakukan untuk membuat meta description lebih SEO friendly adalah dengan membuat kalimat meta description yang bisa langsung menjawab pertanyaan yang diketikkan pengguna di mesin pencari.

Perhatikan contoh gambar dibawah ini.

contoh Snippet yang langsung menjawab pertanyaan pengguna
Snippet yang langsung menjawab pertanyaan pengguna

Pertanyaan "apa makanan jalak nias" bisa langsung diketahui dari snippet yang ditampilkan pada link di halaman #1 SERP ini.

Dengan membuat kalimat meta description yang bisa langsung menjawab pertanyaan sekaligus bisa diselipkan kata kunci utama artikel didalamnya, akan memberikan peluang lebih besar bagi artikel Anda menjadi lebih SEO friendly.


#5. Gunakan SEO tool untuk memeriksa hasil deskripsi yang dihasilkan


Untuk memeriksa apakah meta description yang sudah kita buat bisa lebih SEO friendly sebaiknya kita juga melakukan pemeriksaan dengan menggunakan SEO tool yang bisa kita temukan di internet secara gratis.

Ada banyak layanan yang bisa kita gunakan untuk memeriksa apakah meta description pada artikel yang kita buat sudah ok atau belum contohnya seperti seocentro, smallseotools, seositecheckup, dan masih banyak lagi.


Kesimpulan

Meskipun meta description tidak menentukan secara langsung peringkat situs di halaman hasil penelusuran, menciptakan dan membuat meta description yang menarik, memenuhi kebutuhan pengguna sekaligus mesin pencari akan memberikan nilai lebih pada artikel yang sudah anda buat.

Demikianlah artikel tentang Cara mengoptimalkan Meta Description agar lebih SEO friendly ini bisa saya sampaikan , semoga bermanfaat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mengganti template blog

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mengganti template blog

Ada banyak alasan yang umum di temukan ketika mengganti template blog, salah satunya adalah masalah tampilan. Tampilan blog memang bisa mempengaruhi perilaku pengunjung ketika mereka masuk dan melihat konten yang ada di blog kita, terkait apakah itu artikel, video, gambar, dan hal-hal lainnya yang kita sajikan ke pengunjung.

Untuk mengganti template blog, bisa saya katakan sangatlah mudah caranya. Kita tinggal mengupload file xml template blog yang baru dan taraaa... dalam sekejap berubah sudah template blog berikut tampilannya.

Tips saat mengganti template blog

Bagi blog baru (usia sekitar 1-3 bulan), tentu mengganti template tidak akan memiliki dampak yang besar, namun jika blog yang akan kita ganti templatenya sudah berusia diatas 6 bulan, bisa jadi,mengganti template blog bisa berakibat kurang baik terhadap perkembangan blog itu sendiri.

Hal pertama yang jelas berubah adalah struktur pada templatenya, yang berarti pula akan merubah pola indeks dari mesin pencari. Selain itu peringkat di halaman SERPS pun juga akan berubah, tentunya mengikuti hasil yang dilakukan ketika mengganti template.

Jika penggantian template dilakukan dengan benar, bisa berdampak positif dan malah meningkatkan peringkat performa blog, namun jika proses penggantiannya kurang benar, maka penurunan peringkat SERPS serta jumlah pengunjungpun akan kita rasakan secara drastis.

Tentu hal yang kita inginkan sebagai pengelola blog dari hasil mengganti template adalah peningkatan performa serta jumlah pengunjung.

Oleh karena itu, pada artikel berikut ini akan saya informasikan hal-hal yang perlu diperhatikan ketika kita mengganti template blog, tujuannya adalah agar kita terhindar dari penurunan performa dan pengunjung akibat penggantian template.


#1. Back-up template blog


Hal yang paling penting pertama kali kita harus lakukan ketika akan mengganti template blog adalah melakukan Back-up template blog.

Mencadangkan format template yang lama baik itu dengan meng-copy kode html langsung dari template dan atau dengan mengunduhnya, akan sangat membantu jika di kemudian hari terjadi perubahan yang kurang baik pada blog kita.

Perlu diperhatikan juga tentang pemasangan widget-widget tambahan yang sudah dipasang sebelumnya. Copy kode dan script yang ada pada widget tersebut dan satukan file-filenya (beserta file back up template) kedalam satu folder di komputer anda.

Dengan begitu, kita bisa mengembalikan kondisi kembali seperti semula kapan saja, apabila perubahan akibat penggantian template yang dilakukan berakibat buruk pada performa blog kita, baik untuk mesin pencari maupun untuk pengunjung.

Baca juga : cara mengganti template blog


#2. Salin kode meta tag yang penting untuk mesin pencari


Untuk mencegah berubahnya skema peng-indeks-an robot google terhadap struktur maupun deskripsi blog kita, maka kita perlu untuk menyalin kembali kode-kode yang berkaitan dengan hal tersebut. Kode-kode ini umumnya terletak diatara tag <head> ... sampai </head>

Secara garis besar yang saya ketahui selama ini, jika kita tidak menyalin dan memasang kembali kode-kode penting yang berguna untuk mesin pencari (ketika kita melakukan penggantian template), maka blog kita lambat laun akan mengalami penurunan jumlah pengunjung secara perlahan, sekaligus kehilangan data-data yang berguna untuk memantau perkembangan blog.

Nah, berikut diantaranya adalah kode-kode yang pasti saya akan masukkan kembali kedalam template blog yang baru dipasangkan.

1. Meta tag title

Meta tag title untuk template blog modifikasi umumnya berbeda satu dengan yang lain, maka perlu diperhatikan terlebih dahulu dengan seksama untuk struktur dan posisi meta tag title yang ada di template blog yang baru.

Jika ternyata struktur meta tag title di template blog yang baru ternyata sesuai dan mirip dengan struktur meta tag title pada template yang lama, maka penyalinan tidak perlu dilakukan.

Jika di temukan berbeda, maka ada baiknya dilakukan penyalinan meta tag title dari template blog yang lama ke template blog yang baru. Berikut gambar contoh meta tag title yang berbeda dan perlu dilakukan penggantian

contoh Meta tag title
Contoh perbedaan title tag 


2. Kode verifikasi Search Console, Bing, Google Analytics, Alexa

Kode berikutnya yang perlu untuk disalin kembali kedalam template blog yang baru adalah kode-kode yang berkaitan dengan kode verifikasi dan kode tracking seperti Google Search Console, Bing, Google Analytics, Alexa, ataupun meta tag lainnya yang berkaitan dengan tracking dan verifikasi pada template blog yang lama.

Penyalinan ini bertujuan agar kinerja blog kita tetap terjaga, baik untuk mesin pencari maupun untuk analisa. Selain itu kita juga tidak perlu repot untuk melakukan verifikasi kembali blog kita pada situs-situs tersebut.

3. Meta tag penting lainnya

Selain kedua hal diatas, hal berikutnya adalah penyalinan kode-kode meta tag penting lainnya, sebagai contoh meta tag untuk sosial media seperti Google plus, twitter, facebook, dll.

Yang sangat penting untuk diperhatikan ketika kita akan menyalin dan mengaplikasikan meta tag - meta tag tadi kedalam template blog yang baru adalah perbedaan-perbedaan format struktur yang ada antara template blog yang baru dengan template blog yang lama.

Jika dirasa format struktur dan perbedaannya terlalu jauh dengan format template yang lama, maka ada baiknya untuk mengambil kode-kode pentingnya saja (hanya kode-kode verifikasinya). Toh jika performanya lebih buruk, kita masih memiliki back-up template lama yang bisa kita pasang kembali.

Pasalnya mengganti meta tag beserta struktur pembungkusnya dari template blog yang lama bisa berakibat terjadinya konflik dengan struktur template yang baru, misalnya terjadi duplikat konten, deskripsi ataupun duplikat title pada laporan search console di kemudian hari.

Baca juga : Apa itu meta tag ?


#3. Ganti template di waktu sepi pengunjung


Mengganti template di waktu sepi pengunjung memang bukanlah sebuah kewajiban, namun perubahan yang terjadi tentu dapat mengganggu interaksi pengunjung di dalam blog kita, apalagi pengunjung yang datang sudah banyak jumlahnya.

Untuk memastikan kapan waktu terbaik mengganti template, kita bisa membuka data dari google analytics terkait kunjungan yang datang dari pengunjung, lalu ubah statisik pada mode jam. Disana kita dapat melihat jam-jam yang sepi pengunjung, nah disaat itulah sebaiknya kita melakukan penggantian template.

Seperti contohnya blog ini, penggantian template akan lebih baik dilakukan setelah jam 12 malam, dimana pengunjung sudah tidak terlalu banyak lagi

jam-jam terbaik untuk mengganti template
Spot jam-jam terbaik untuk mengganti template



Kesimpulan

Mengganti template blog, entah karena tampilan kurang ok, kurang seo friendly atau hal-hal lainnya, bisa berdampak pada performa blog kita, baik untuk mesin pencari ataupun untuk pengunjung. Hal ini erat kaitannya dengan proses indeks dan crawling yang dilakukan search engine.

Perubahan-perubahan yang terjadi mengakibatkan search engine kembali mengulang proses indeks artikel sebelumnya, yang pastinya juga bisa berpengaruh pada posisi artikel di SERPS dan jumlah kunjungan pengunjung organik.

Namun, penggantian dan perlakuan yang benar saat penggantian, juga bisa memberikan dampak positive seperti apa yang memang kita harapkan, pengunjung meningkat dan posisi artikel di SERPS jauh menjadi lebih baik.

Jadi, jangan takut untuk melakukan penggantian template blog asalkan kita paham apa yang harus dilakukan dan diperhatikan saat penggantian template.

Demikianlah artikel tentang hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mengganti template blog ini saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat
Cara memasang video youtube kedalam posting blog

Cara memasang video youtube kedalam posting blog

Tahukah kamu bahwa sebanyak 55% konten video, dikonsumsi sepenuhnya oleh para pengunjung ? Ini artinya, dari 100 konten video yang disajikan, 55 video dilihat seluruhnya oleh pengunjung (di lihat seluruhnya lhoo...).

Ya, inilah faktanya, sebuah fakta berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan oleh Hubspot pada kuartal 1 tahun 2016 lalu.

Dari 10 tipe konten yang digunakan sebagai ukuran survey tersebut, ternyata hanya ada 4 tipe konten yang sepenuhnya dikonsumsi oleh pengunjung, yaitu konten video, sosial media konten, artikel berita dan konten penelitian/riset.

Untuk konten blog sendiri yang umumnya berjenis artikel / postingan, dikonsumsi sepenuhnya hanya sebesar 29% nya saja, dan 43% selebihnya dilakukan dengan metode skimming (proses membaca cepat guna menemukan ide topik utamanya saja).

Ini berarti, postingan blog memerlukan improvement dan metode kreatif lainnya guna meningkatkan daya tarik pada konten itu sendiri.

Sebenarnya banyak cara bisa dilakukan untuk meningkatkan daya tarik sekaligus memperkaya konten pada setiap postingan / artikel yang kita terbitkan.

Beberapa diantaranya adalah dengan menambahkan gambar yang menarik ataupun menyematkan video dari situs Youtube.

pasang video youtube di posting blog
Menggabungkan 2 jenis konten (artikel dan video) akan sangat memperkaya variasi konten dalam artikel tersebut. Namun perlu diperhatikan bahwa kedua konten yang disajikan haruslah relevan, saling berkaitan dan saling melengkapi sehingga tidak menimbulkan efek buruk bagi pengunjung.

Tentu yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara kita menambahkan konten video kedalam postingan blog blogspot agar artikel yang tercipta semakin kaya dan menarik.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka pada artikel kita kali ini, saya akan menginformasikan bagaimana cara memasang video Youtube kedalam postingan blog. Perhatikan langkah-langkahnya di bawah berikut.


Cara memasang video Youtube kedalam posting blog


I. Siapkan kode embed video di youtube untuk video yang akan dipasang

cara mengambil kode script embed di youtube
Cara mengambil kode script embed di Youtube
  1. Buka halaman video di youtube yang ingin kita pasang di blog.
  2. Perhatikan pada bagian bawah video tersebut.
  3. Klik pada tombol Bagikan atau Share, kemudian klik semat atau embed.
  4. Copy script kode yang tersedia, lalu pastekan kedalam aplikasi notepad untuk sementara.


II. Memasang kode video youtube kedalam postingan blog

Cara memasang script kode embed youtube di postingan blog
Cara memasang kode script embed youtube di postingan blog
  1. Login ke blogspot, lalu klik menu Post
  2. klik New post 
  3. Klik tombol HTML disisi kiri atas setelah halaman buat artikel terbuka sepenuhnya
  4. Copy dan pastekan kembali kode video yang sudah disimpan kedalam editor postingan pada bagian yang dikehendaki, Misalnya di atas artikel, tengah atau bagian bawah.
  5. Klik publish untuk menyelesaikan proses pemasangan


Catatan tambahan

1. Contoh kode script yang didapat akan berbentuk seperti dibawah ini
<div style="position:relative;height:0;padding-bottom:75.0%"><iframe src="https://www.youtube.com/embed/TnxUOdAhAdk?ecver=2" width="480" height="360" frameborder="0" style="position:absolute;width:100%;height:100%;left:0" allowfullscreen></iframe></div>
Untuk kode berwarna merah height="360" adalah tinggi video, sedangkan width="480" adalah lebar video, silahkan diatur dan sesuaikan dengan lebar postingan blog.

Berikut adalah contoh hasil video yang sudah ditambahkan kedalam postingan blog



Kesimpulan


Menambahkan video youtube kedalam postingan blog caranya sangatlah mudah, kamu tinggal mengcopy kodenya,  memasukkannya kedalam postingan lalu mengatur posisinya sesuai dengan keinginan.

Konten yang kaya seperti adanya gambar, teks, video, dll, selain bisa menambah betah para pengunjung blog tentu juga sangat disenangi oleh Google. Tentu hal ini sangat berpotensi untuk meningkatkan peringkat halaman di SERP.

Demikianlah artikel tentang Cara memasang video Youtube kedalam posting blog bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat.