Fitur Analytics Intelligence di Google Analytics

Fitur Analytics Intelligence di Google Analytics

Mungkin kita sering mengalami kesulitan ketika menggunakan Google Analytics karena fitur maupun tampilan datanya yang tidak begitu familiar saat dilihat.

Kejadian ini bukan hanya Anda saja yang merasakan, sayapun masih seperti itu.

Banyaknya ragam metrik dan segmen rekaman data dari aktifitas pengunjung di blog yang bisa dibuka dan dilihat seringkali membuat kita menjadi gagal fokus tentang apa yang kita butuhkan dari data-data dalam Google Analytics tersebut.

Meskipun awalnya kita sudah menargetkan tentang apa yang kita butuhkan dari data di Google Analytics, namun sering kali lenyap ditengah-tengah kunjungan, hingga akhirnya hanya berputar-putar tanpa mendapatkan hasil.

Kesulitan tersebut mungkin saat ini bisa dikurangi, pasalnya saat ini Google Analytics sudah membenamkan fitur baru bernama analytics intelligence kedalam Google Analytics, fitur yang sebenarnya sudah beberapa lama waktu muncul di Aplikasi Android kini juga sudah tersedia pada versi desktopnya.

Fitur Analytics Intelligence di Google Analytics


Fitur Analytics Intelligence


Dilansir dari laman dukungan tentang Google Analytics, fitur analytics intelligence ini adalah kumpulan fitur yang menggunakan machine learning untuk membantu kita memahami dan menangani data dengan lebih baik.

Namun sayangnya, untuk melakukan pencarian data, fitur ini belum bisa menghandle bahasa indonesia, sehingga kita wajib menggunakan bahasa Inggris saja sebagai bahasa utama pencarianya.

Adapun Fungsi dari Fitur Analytics Intelligence ini mencakup tiga fungsi yaitu :

1. Jawaban atas pertanyaan Anda

Ajukan pertanyaan dalam bahasa Inggris yang sederhana dan dapatkan jawaban yang cepat. Seperti contohnya, Anda dapat mengajukan pertanyaan seperti “Which channel had the highest goal conversion rate”, dan Analytics akan menampilkan daftar berperingkat untuk rasio konversi sasaran menurut saluran.

2. Insight

Analytics Intelligence akan meng-crawl data Anda dan memunculkan insight tentang perubahan atau peluang penting yang harus Anda perhatikan.

Misalnya, Insight dapat menunjukkan bahwa halaman landing tertentu berperforma lebih baik dari biasanya.

3. Pemodelan pengguna dan konversi

Analytics Intelligence mendukung Smart Goals, Smart List, dan Kualitas Sesi, yang menggunakan machine learning untuk membuat model konversi dan dapat digunakan dalam membuat audiens.

Baca juga :
  1. Menggunakan Google Analytics halaman reporting
  2. Menggunakan Google Analytics halaman admin


Cara menggunakan Fitur Analytics Intelligence


Untuk menggunakan fitur ini, kita hanya cukup mengklik dan memilih ikon lingkaran dengan titik di sudut kanan atas dalam halaman Google Analytics, hingga kemudian, di sisi kanan layar akan muncul kotak pencarian.

Analytics intelligence
 sumber gambar : https://analytics.googleblog.com

Ketikkan kata kunci pencarian dengan menggunakan bahasa Inggris seperti contohnya Berapa jumlah pengunjung mobile (How many mobile users) atau Berapa halaman yang terbanyak dilihat minggu lalu (most visited pages last week).

Kita dapat menambahkan pertanyaan pertanyaan lain yang kita butuhkan datanya, namun tetap menggunakan bahasa Inggris.

Setelah itu, akan muncul hasilnya di bagian bawah kotak pencarian tadi berupa ringkasan data yang kita butuhkan. Jika kita ingin menampilkan data sepenuhnya , maka kita tinggal meng klik tombol "Go To Report" yang persis terletak di bawah ringkasan data.

Dengan mengklik tombol "Go To Report" maka kita akan langsung disajikan data-data tersebut secara lengkap disisi kiri layar.


Kesimpulan


Fitur Analytics Intelligence di Google Analytics ini sangat memudahkan kita yang membutuhkan data-data lebih cepat yang sesuai dengan kebutuhan guna mempersiapkan strategi baik konten maupun hal lainnya terkait pengelolaan dan pengembangan blog.

Demikianlah artikel tentang Fitur Analytics Intelligence di Google Analytics ini bisa saya sampaikan smoga bisa bermanfaat.
Mengenal Nofollow dan Dofollow pada link

Mengenal Nofollow dan Dofollow pada link

Seperti sudah kita ketahui bersama bahwa link merupakan salah satu elemen pada halaman situs atau blog yang kerap kali digunakan sebagai referensi halaman.

Baik itu digunakan untuk menuju ke halaman itu sendiri, menuju ke halaman lain di dalam blog yang sama (internal link), ataupun link yang menuju ke halaman pada situs/blog lainnya (eksternal link).

Sedangkan untuk link yang ada dihalaman situs milik orang lain dan mengarah ke sebuah halaman diblog kita, seringkali di sebut sebagai Backlink.

Ketika link ini dikaitkan dengan penerapan SEO, maka dikenallah atribut-atribut yang umum digunakan didalam link, seperti contohnya atribut Nofollow dan Dofollow.

Nofollow dan Dofollow merupakan atribut nilai pada HTML yang disertakan dalam sebuah link sehingga berguna untuk memberikan instruksi dan perintah bagi bot-bot search engine.

Untuk penggunaan atribut-atribut ini lebih utama digunakan pada link-link yang mengarah ke halaman luar (ke halaman situs lainnya yang berbeda)

mengenal nofolow dan dofollow link

Menurut beberapa artikel yang di terbitkan oleh beberapa pakar SEO baik dari dalam dan luar negeri, attribut-atribut html didalam link ini cukup berpengaruh terhadap peringkat halaman di SERPS.

Salah satu alasan yang saya tangkap pada artikel-artikel tersebut adalah karena link yang diletakkan dengan kata kunci dan dipasangkan pada sebuah halaman, bisa memberikan pengaruh terutama pada peringkat halaman SERPS. Baik untuk halaman yang dipasangkan link ataupun untuk halaman yang di target dari link tersebut.


Link Nofollow


Link Nofollow adalah link yang diberikan atribut rel='nofollow' pada baris htmlnya. Atribut ini merupakan perintah dan instruksi bagi bot search engine untuk tidak mengikuti link tujuan dan tidak memberikan pengaruh di SERPS pada halaman dimana link tersebut diletakkan.

Berikut adalah contoh atribut nofollow yang disertakan dalam sebuah link

<a href=' http://url-tujuan.com/' rel='nofollow'> anchor teks </a>

Atribut nofollow pada contoh link diatas akan memberikan perintah pada bot search engine agar mereka tidak mengikuti arah dan tujuan link tersebut berada. Ini artinya, halaman tujuan dari hyperlink tersebut tidak akan di rayapi oleh bot search engine meskipun link tersebut bisa di klik dan dituju oleh pengguna.

Umumnya, atribut nofollow ini digunakan untuk memberikan referensi halaman pada situs lain yang sifatnya "belum kita percaya" reputasinya.

Seperti misalnya ketika ada pembahasan dalam artikel yang berkaitan tentang spam dan kita ingin memberikan referensi halaman contoh tentang spam, maka link yang kita buat sebaiknya menggunakan atribut nofollow pada baris html link tersebut.


Link Dofollow


Tidak seperti link nofollow, Link Dofollow tidak menggunakan atribut rel='dofollow' didalam baris html linknya. Pasalnya, setiap link yang tidak menggunakan atribut rel='nofollow' sudah secara otomatis bersifat Dofollow meskipun atribut rel='dofollow' tidak ada dalam baris html link tersebut.

Gampangnya bisa dibilang begini "link dofollow tidak perlu diisikan rel='dofollow' karena secara default sudah dofollow". contohnya seperti dibawah berikut ini :

<a href=' http://url-tujuan.com/' > anchor teks </a>

Link yang bersifat dofollow ini akan mengijinkan bot search engine merayapi halaman tujuan dari link tersebut, sekaligus juga akan mempengaruhi peringkat halaman di SERPS. Jika halaman tersebut memiliki reputasi yang baik, maka halaman tempat link dipasang akan ikut berdampak baik .

Pun sebaliknya, jika halaman tujuan link memiliki reputasi yang buruk di Search engine, maka dampaknya juga buruk bagi halaman tempat link itu berada.


Kesimpulan


Meskipun link berfungsi untuk berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya, namun penggunaannya didalam halaman bisa mempengaruhi performa halaman tersebut di halaman hasil penelusuran SERPS.

Penggunaan atribut nofollow dan dofollow yang kurang tepat bisa memberikan dampak yang kurang baik akibat perannya yang juga mempengaruhi bot search engine ketika mengikuti perintah perayapan dan pengindeksan pada halaman tersebut.

Demikianlah artikel tentang mengenal atribut nofollow dan dofollow pada link yang bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat.
#4 Tips Membaca Efektif

#4 Tips Membaca Efektif

Salah satu tips yang pernah saya tuliskan pada artikel tentang Tips Menghadapi Writer's Block beberapa waktu silam adalah mencari informasi seputar topik tulisan dengan cara memperbanyak aktivitas membaca.

Ya, memperbanyak aktivitas membaca seputar tulisan yang akan kita angkat kedalam artikel blog selain menambah wawasan kita, juga akan memperkaya khazanah dan perbendaharaan kata.

Meskipun begitu, tak jarang apa yang sudah kita baca bisa hilang dengan cepat bahkan tidak berbekas sehingga bahan-bahan tulisan yang seharusnya menjadi wacana dalam tulisan bisa ikutan hilang. Nah sayang kan kalau akhirnya selalu begini...

#4 Tips membaca efektif

Pada artikel berikut saya akan coba untuk berbagi pengalaman tentang bagaimana tipsnya agar kita bisa mendapatkan sesuatu dari apa yang sudah kita baca. Berikut adalah tips membaca efektif


1. Lakukan Scanning untuk menemukan poin penting bacaan yang akan kita ambil


Scanning adalah istilah yang digunakan dengan cara memindai tulisan, seringkali dilakukan dengan membaca tulisan secara cepat untuk mendapatkan informasi penting dan lebih spesifik dari apa yang kita baca.

Seperti misalnya kita ingin mengetahui tentang bagaimana cara membuat blog di blogspot. Maka, beberapa poin utama pada bacaan yang penting untuk kita dapatkan dan akan kita ambil adalah cara daftar, memilih tema blog, dan beberapa setting blog yang diperlukan.

Dengan cara ini, memungkinkan kita untuk menemukan bagian yang paling relevan dengan apa yang dicari, sehingga cukup hanya dengan membaca informasi-informasi yang dibutuhkan saja namun kita sudah bisa menemukan apa yang kita inginkan.


2. Gunakan skimming untuk mempercepat pengambilan kesimpulan


Skimming merupakan proses membaca cepat mirip seperti scanning namun dilakukan secara melompat dari satu paragraf ke paragraf lainnya atau dari satu poin ke poin lainnya .

Umumnya dimulai dengan membaca pada kalimat awal dan atau poin poin penting pada badan artikel seperti sub judul dan isi yang bersifat list. Tujuan utamanya adalah untuk mempercepat kita dalam mengambil kesimpulan dan gambaran umum dari bacaan tersebut.

Skimming umumnya dimulai dari membaca daftar isi terlebih dahulu, memeriksa ponting list dari badan artikel yang ada, kemudian dilanjutkan dengan membaca kesimpulan akhir ataupun ringkasan artikel.


3. Perhatikan kalimat yang menjadi topik utama


Memperhatikan dan membaca kalimat-kalimat topik akan berguna ketika Anda mendapatkan bacaan yang padat atau konten yang benar-benar asing/baru.

Lakukan hal ini sebelum Anda membaca lebih dalam lagi. Bacalah kalimat topik atau kalimat inti yang disampaikan dari setiap paragrafnya. Dengan ini, Anda akan mendapatkan overview atau gambaran dari bab yang disajikan tersebut


4. Baca lebih cermat dan detil dan sesuaikan dengan pengalaman


Setelah 3 hal diatas sudah anda lakukan, lanjutkan dengan membaca lebih cermat dan detil (teliti) terhadap informasi-informasi serta isi bacaan yang sudah di temukan dan benar-benar anda butuhkan.

Terutama pada bagian-bagian yang padat akan informasi. Baca secara perlahan dan pahami maknanya, berikan perhatian pada hal-hal yang detil.

Analisalah isi bacaan tersebut dan pertimbangkan dari berbagai sudut pandang, kemudian sesuaikan dengan pengalaman-pengalaman yang pernah anda alami agar alur bacaan bisa lebih mudah di ingat.

Mengimajinasikan bacaan dan menyesuaikannya dengan pengalaman yang pernah kita alami biasanya akan lebih membekas dalam ingatan dan memberikan kemudahan saat mengingatnya kembali.


Kesimpulan


Membaca efektif akan menghemat waktu dan proses disaat kita membaca, terlebih guna menemukan ide-ide tulisan kala membuat artikel postingan blog.

Meskipun kesannya hemat waktu dan dilakukan lebih cepat, namun tetap memperhatikan intisari bacaan yang memang kita butuhkan guna mengembangkan tulisan kita.

Dengan begitu, kita akan lebih mudah untuk memperbanyak sumber bacaan dan tetap dapat mengingat poin penting dari bacaan bacaan sebelumnya.

Demikianlah artikel tentang #4 Tips Membaca Efektif ini bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat
Bounce Rate Blog Saya Nilainya Tinggi ? Ternyata ini penyebabnya...

Bounce Rate Blog Saya Nilainya Tinggi ? Ternyata ini penyebabnya...

Seperti sudah pernah saya jelaskan pada postingan sebelumnya tentang apa itu Bounce Rate, nilai bounce rate yang tinggi bisa menjadi salah satu indikator bahwa pengunjung "sedikit kesulitan" ketika mengakses halaman blog kita.

Seperti contohnya kecepatan loading untuk membuka halaman yang sangat lambat, konten yang tidak relevan, desain halaman yang tidak baik, dan lain sebagainya.

Ya, bounce rate dengan nilai persentase yang tinggi secara garis besar bisa mengindikasikan hal-hal seperti yang sudah saya sebutkan diatas. Tentu saja, untuk menemukan dari mana penyebab utama tingginya nilai bounce rate bisa saya bilang tidak mudah.

Pasalnya, kita harus benar-benar memeriksa satu-persatu hal-hal yang menjadi penyebab tingginya nilai bounce rate tersebut. Dan saya katakan kembali bahwa ini tidaklah mudah, apalagi bagi yang belum terbiasa dengan menu dan isi yang ada didalam halaman Google Analytics.

Bounce rate

Namun, sebelum anda berpusing ria dengan banyak nya data yang harus diperiksa karena terindikasi menjadi penyebab bounce rate tinggi, ada baiknya anda memeriksa kembali pemasangan kode script Google Analytics di template blog Anda, apakah pemasangannya sudah benar atau belum.

Pengalaman ini saya rasakan beberapa waktu lalu ketika mencoba untuk meningkatkan kecepatan loading blog. Nilai persentase bunce rate tiba-tiba melonjak tinggi, dan ini berlangsung beberapa hari saja, kemudian perlahan menurun kembali setelah saya menemukan penyebabnya.


Mencari Penyebab Nilai Bounce Rate Tinggi


Waktu itu saya melihat script Google Analytics mengindikasikan waktu load halaman yang cukup lama melalui Pagespeed Insight Tool, yang mana ini menjadi penyebab mengapa load  halaman blog saya lambat.

Crosscheck pada templatepun saya lakukan dan melihat kenyataan bahwa ada 2 kode Google Analytics. Satu kode berasal dari template dan sudah terintegrasi dengan kode yang sama pada Google Analytics, satunya lagi berasal dari pemasangan manual (kode diambil dari tracking code di Google Analytics).

Atas dasar saran dari pagespeed insight tools bahwa kode Gogle Analytics tersebut memakan waktu load yang lama, maka saya memutuskan untuk melepas kode tersebut, yaitu kode yang dilakukan melalui pemasangan manual.

Dengan begitu, maka kecepatan load blog saya bisa meningkat. Perubahan template saya simpan dan melanjutan untuk membuat artikel kembali.

Sebagai catatan, setelah saya menyimpan perubahan template, pemeriksaan terhadap visitor melalui data real time overview tetap saya lakukan, yang artinya pemeriksaan terhadap kinerja data tracking Google Analytics masih bisa berfungsi.

Singkat cerita, hampir seminggu sudah saya melepas kode tersebut, hingga waktunya untuk melihat dan memeriksa perkembangan traffik pengunjung di Google Analytics.

Melihat data yang tampil, saya agak sedikit terkejut karena melihat nilai bounce rate tiba-tiba melonjak tinggi, dari yang sebelumnya berada di kisaran 5-10% saja, tiba-tiba dihari-hari berikutnya berubah menjadi diatas 70% (pada gambar bounce rate 89.29%) , dan ini sudah berlangsung selama 5 harian.

Saat melakukan pemeriksaan, saya lupa bahwa sebelumnya saya pernah melepas kode Google Analytics yang dipasang secara manual.

Bounce rate tinggi

Mulailah pemeriksaan terhadap penyebab-penyebab mengapa bounce rate tinggi saya lakukan. Saya buka satu persatu data-data terkait kecepatan loading, lama waktu kunjungan serta nilai bounce rate di masing-masing halaman. Namun pada data-data tersebut saya tidak menemukan keanehan yang berarti.

Hingga akhirnya saya teringat kembali bahwa beberapa hari yang lalu saya pernah melepas kode Google Analytics. Lantas kode Google Analytics saya pasang kembali kemudian simpan dan tinggal menunggu hasilnya.

Dan di hari berikutnya, saya melihat bahwa nilai Bounce Rate kembali normal menjadi di kisaran angka 5-10% seperti sebelum saya melepas kode tersebut.

bounce rate rendah


Kesimpulan


Untuk mencari penyebab-penyebab nilai bounce rate tinggi di Google Analytics memang tidak melulu terkait pada hal-hal yang berhubungan dengan interaksi pengunjung di halaman blog kita, bisa jadi nilai yang tinggi tersebut muncul akibat pemasangan kode tracking yang tidak tepat, atau tanpa sengaja terhapus sebagian ketika kita melakukan perbaikan-perbaikan pada template blog kita.

Telusurilah dari hal-hal yang paling dasar terlebih dahulu sebelum masuk untuk menelusuri data-data penunjang lebih jauh yang bisa saja membuat anda menjadi lebih pusing. Demikianlah artikel ini bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat :)

Cara membuat sitemap / daftar isi blog sesuai tanggal postingan

Cara membuat sitemap / daftar isi blog sesuai tanggal postingan

Bahasan terkait sitemap / daftar isi blog saya rasa sudah beberapa kali saya terbitkan sebagai postingan.

Dari mulai cara pasang sitemap di halaman statis hingga cara mengatasi daftar isi blog yang tidak mau tampil. Tujuan utamanya adalah untuk membantu pengunjung agar mudah mencari artikel-artikel yang memang mereka butuhkan secara cepat.

Namun begitu, kali ini saya juga akan kembali memberikan tutorial terkait cara memasang daftar isi blog, namun kali ini formatnya diatur sesuai tanggal postingan.

Selain bisa bermanfaat untuk pengunjung, daftar isi blog yang tampil sesuai tanggal postingan ini juga bisa bermanfaat untuk kita sebagai pengelola blog.

Alasan utamanya adalah halaman ini sangat membantu disaat kita ingin melakukan sharing ulang artikel-artikel lama ke media sosial secara teratur.

Dengan adanya tanggal postingan setidaknya kita hanya perlu mencatat tanggal-tanggal berapa saja dan kapan terakhir kita melakukan share, untuk melanjutkan share kita tinggal pilih tanggal selanjutnya (tergantung bagaimana pola share artikel yang anda lakukan ke medsos).

Metode ini sudah saya lakukan sejak bulan agustus hingga saat ini, dan hasilnya terhadap peningkatan jumlah pengunjung ke blog juga cukup bagus.

Untuk halaman daftar isi blog yang sesuai dengan tanggal postingan, anda bisa melihat contohnya pada menu Archive. Disitu akan ditampilkan bentuk daftar isi blog yang artikelnya diurutkan sesuai tanggal postingan, dimana update terakhir akan tampil paling atas.

Bagaimana ? jika Anda tertarik silahkan ikuti cara memasang daftar isi blog sesuai tanggal postingan dibawah berikut.

membuat daftar isi blog sezuai tanggal postingan


Cara pasang daftar isi blog sesuai tanggal postingan


1. Login ke Blogspot anda dan pilih menu pages
2. Klik pada New Page
3. Isikan title sesuai keinginan Anda
4. Pindahkan mode penulisan ke mode HTML
5. Copy paste script di bawah ini kedalam kotak post editor.
<div>
<script type="text/javascript">//<![CDATA[
var postTitle=new Array();var postUrl=new Array();var postMp3=new Array();var postDate=new Array();var postYear=new Array();var postMonth=new Array();var postYearMonth=new Array();var postYearMonth2=new Array();var postTanggal=new Array();var postLabels=new Array();var postBaru=new Array();var sortBy="titleasc";var tocLoaded=false;var numChars=250;var postFilter="";var numberfeed=0;var month2=["January","February","March","April","May","June","July","August","September","October","November","December"];function loadtoc(a){function b(){if("entry" in a.feed){var d=a.feed.entry.length;numberfeed=d;ii=0;for(var h=0;h<d;h++){var m=a.feed.entry[h];var e=m.title.$t;var l=m.published.$t.substring(0,10);var p=m.published.$t.substring(5,7);var g=m.published.$t.substring(8,10);var n=month2[parseInt(p,10)-1]+" "+m.published.$t.substring(0,4);var c="/"+m.published.$t.substring(0,4)+"_"+p+"_01_archive.html";var j;for(var f=0;f<m.link.length;f++){if(m.link[f].rel=="alternate"){j=m.link[f].href;break}}var o="";for(var f=0;f<m.link.length;f++){if(m.link[f].rel=="enclosure"){o=m.link[f].href;break}}postTitle.push(e);postDate.push(l);postUrl.push(j);postYearMonth.push(n);postYearMonth2.push(c);postTanggal.push(g)}}}b();displayToc2();document.write('<br/></br/>')}function displayToc2(){var a=0;var b=0;while(b<postTitle.length){temp1=postYearMonth[b];document.write("<p/>");document.write('<p><a href="'+postYearMonth2[b]+'">'+temp1+"</a></p><ul>");firsti=a;do{document.write("<li>");document.write("["+postTanggal[a]+'] <a href="'+postUrl[a]+'">'+postTitle[a]+"</a>");document.write("</li>");a=a+1}while(postYearMonth[a]==temp1);b=a;document.write("</ul>");if(b>postTitle.length){break}}};
//]]></script>
<br />
<script src="http://www.mengelolablog.com/feeds/posts/default?max-results=9999&amp;alt=json-in-script&amp;callback=loadtoc"></script><br />
</div>

6. Ubah tulisan berwarna biru (www.mengelolablog.com) dengan alamat blog anda
7. Atur page settings disisi kanan halaman sesuai keinginan anda, atau jika tidak lewati saja langkah ini.
8. Klik publish untuk menerbitkan halaman tersebut.
9. Selesai

Catatan :
  • Langsung ganti alamat blog setelah di pastekan
  • Jangan merubah mode penulisan ke mode compose, karena hal ini bisa berakibat script dan kode menjadi tidak berfungsi dan daftar isi tidak mau tampil.


Kesimpulan


Penggunaan halaman daftar isi sesuai tanggal postingan yang digunakan untuk membantu jadwal sharing ulang artikel lama sangat membantu guna meningkatkan jumlah kunjungan ke blog kita. 

Selain artikel yang kita share bisa terjadwal, kita juga bisa lebih konsisten saat melakukannya setidaknya kita bisa tau mana yang sudah dishare dan mana yang belum.

Demikianlah artikel cara membuat daftar isi blog sesuai tanggal postingan ini bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat.