Cara memasang video youtube kedalam posting blog

Cara memasang video youtube kedalam posting blog

Tahukah kamu bahwa sebanyak 55% konten video, dikonsumsi sepenuhnya oleh para pengunjung ? Ini artinya, dari 100 konten video yang disajikan, 55 video dilihat seluruhnya oleh pengunjung (di lihat seluruhnya lhoo...).

Ya, inilah faktanya, sebuah fakta berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan oleh Hubspot pada kuartal 1 tahun 2016 lalu.

Dari 10 tipe konten yang digunakan sebagai ukuran survey tersebut, ternyata hanya ada 4 tipe konten yang sepenuhnya dikonsumsi oleh pengunjung, yaitu konten video, sosial media konten, artikel berita dan konten penelitian/riset.

Untuk konten blog sendiri yang umumnya berjenis artikel / postingan, dikonsumsi sepenuhnya hanya sebesar 29% nya saja, dan 43% selebihnya dilakukan dengan metode skimming (proses membaca cepat guna menemukan ide topik utamanya saja).

Ini berarti, postingan blog memerlukan improvement dan metode kreatif lainnya guna meningkatkan daya tarik pada konten itu sendiri.

Sebenarnya banyak cara bisa dilakukan untuk meningkatkan daya tarik sekaligus memperkaya konten pada setiap postingan / artikel yang kita terbitkan.

Beberapa diantaranya adalah dengan menambahkan gambar yang menarik ataupun menyematkan video dari situs Youtube.

pasang video youtube di posting blog
Menggabungkan 2 jenis konten (artikel dan video) akan sangat memperkaya variasi konten dalam artikel tersebut. Namun perlu diperhatikan bahwa kedua konten yang disajikan haruslah relevan, saling berkaitan dan saling melengkapi sehingga tidak menimbulkan efek buruk bagi pengunjung.

Tentu yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara kita menambahkan konten video kedalam postingan blog blogspot agar artikel yang tercipta semakin kaya dan menarik.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka pada artikel kita kali ini, saya akan menginformasikan bagaimana cara memasang video Youtube kedalam postingan blog. Perhatikan langkah-langkahnya di bawah berikut.


Cara memasang video Youtube kedalam posting blog


I. Siapkan kode embed video di youtube untuk video yang akan dipasang

cara mengambil kode script embed di youtube
Cara mengambil kode script embed di Youtube
  1. Buka halaman video di youtube yang ingin kita pasang di blog.
  2. Perhatikan pada bagian bawah video tersebut.
  3. Klik pada tombol Bagikan atau Share, kemudian klik semat atau embed.
  4. Copy script kode yang tersedia, lalu pastekan kedalam aplikasi notepad untuk sementara.


II. Memasang kode video youtube kedalam postingan blog

Cara memasang script kode embed youtube di postingan blog
Cara memasang kode script embed youtube di postingan blog
  1. Login ke blogspot, lalu klik menu Post
  2. klik New post 
  3. Klik tombol HTML disisi kiri atas setelah halaman buat artikel terbuka sepenuhnya
  4. Copy dan pastekan kembali kode video yang sudah disimpan kedalam editor postingan pada bagian yang dikehendaki, Misalnya di atas artikel, tengah atau bagian bawah.
  5. Klik publish untuk menyelesaikan proses pemasangan


Catatan tambahan

1. Contoh kode script yang didapat akan berbentuk seperti dibawah ini
<div style="position:relative;height:0;padding-bottom:75.0%"><iframe src="https://www.youtube.com/embed/TnxUOdAhAdk?ecver=2" width="480" height="360" frameborder="0" style="position:absolute;width:100%;height:100%;left:0" allowfullscreen></iframe></div>
Untuk kode berwarna merah height="360" adalah tinggi video, sedangkan width="480" adalah lebar video, silahkan diatur dan sesuaikan dengan lebar postingan blog.

Berikut adalah contoh hasil video yang sudah ditambahkan kedalam postingan blog



Kesimpulan


Menambahkan video youtube kedalam postingan blog caranya sangatlah mudah, kamu tinggal mengcopy kodenya,  memasukkannya kedalam postingan lalu mengatur posisinya sesuai dengan keinginan.

Konten yang kaya seperti adanya gambar, teks, video, dll, selain bisa menambah betah para pengunjung blog tentu juga sangat disenangi oleh Google. Tentu hal ini sangat berpotensi untuk meningkatkan peringkat halaman di SERP.

Demikianlah artikel tentang Cara memasang video Youtube kedalam posting blog bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat.

3 Tips mencari dan memilih topik sebuah artikel

3 Tips mencari dan memilih topik sebuah artikel

Pada dasarnya, mencari dan memilih topik sebuah artikel untuk diterbitkan memiliki cara yang sama seperti cara menentukan topik blog. Namun karena kapasitasnya yang berupa artikel postingan blog, maka cakupan yang diperlukan untuk pengembangannya pun terbilang lebih sempit dan terbatas.

Topik pada artikel merupakan landasan yang bisa digunakan oleh setiap penulis untuk membantu agar makna yang disampaikan dalam tulisan tidak melebar dan simpang siur.

Tips mencari dan memilih topik artikel

Selain itu, topik juga dapat membantu penulis lebih intensif untuk menemukan dan menggali data-data yang diperlukan guna mendukung kebergunaan dari artikel yang ditulis bagi setiap pembacanya.

Pada artikel kita kali ini, saya akan mencoba untuk menginformasikan tentang 3 tips cara mencari dan memilih topik sebuah artikel. Selamat membaca.


Tips #1. Sebaiknya cari yang menarik perhatian penulis


Menarik perhatian bagi si penulis adalah cara pertama yang bisa digunakan untuk mencari topik artikel.

Topik yang menarik perhatian penulis, bisa membantu penulis tersebut untuk terus menerus mencari data-data penunjang guna membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

Dampaknya, penulis akan selalu termotivasi untuk mencari data-data lain yang berhubungan dengan topik artikel yang sudah diangkat tersebut.

Mengangkat topik yang tidak menarik bisa menjadi bumerang bagi penulis, cepat bosan, sulit merangkai kalimat, hingga batal dan lantas menggantinya dengan topik yang lain. Akibatnya, penulis akan merasa sia-sia dan membuang-buang waktu, pikiran serta tenaga.



Tips #2. Berdasarkan pengalaman penulis


Cara berikutnya yang bisa digunakan untuk mencari dan memilih topik artikel adalah dengan memanfaatkan pengalaman yang pernah terjadi pada diri penulis.

Terkadang saya melihat sebuah kelucuan di forum-forum media sosial seperti facebook ataupun Google plus, dimana forum tersebut juga berkaitan dengan tutorial. Kita anggap ini hanya sebagai contoh saja.

Ada pengunjung yang menanyakan tentang sebuah permasalahan, sebagai contoh kita namakan masalah 86. Ketika dilakukan penelusuran di blog yang juga dimiliki pengunjung tersebut, ternyata masalah 86 ini pun pernah di bahas di blognya dan bahkan cukup detail dalam artikelnya.

Ini artinya, kita bisa melihat bahwa sebagai penulis artikel, kita juga dituntut untuk memahami apa yang akan dan sudah kita tulis.

Minimal sudah pernah mengalami atau setidaknya kita sedikit mengetahui prinsip-prinsip ilmiah yang memang berhubungan dengan topik dalam artikel tersebut, sehingga tidak timbul kesan yang kurang mengenakan seperti halnya pengunjung tadi.



Tips #3. Hindari memilih topik yang terlalu teknis dan kontroversial


Topik artikel yang terlalu teknis juga bisa menyulitkan penulis itu sendiri. Karena terkadang dibutuhkan tanggung jawab teknikal yang biasanya muncul seiring dengan datangnya pertanyaan pengunjung. Namun jika kita memang benar-benar menguasai teknik tersebut maka poin ini bisa diabaikan.

Pun dengan topik yang kontroversial, selain sulitnya menyeimbangkan tulisan agar tetap obyektif, data-data penunjang yang obyektif pun kadang sulit dieksplorasi akibat pola pikir penulis yang sudah terlebih dahulu cenderung mengarah pada satu kesimpulan tertentu.

Efeknya, tentu isi artikel akan mengarah pada subyektifitas yang berlebih sehingga konten akan dianggap berat sebelah di mata pengunjung dan dapat menimbulkan reaksi yang mungkin saja kurang baik bagi si pembaca. .


Kesimpulan

Mencari dan memilih topik artikel buat saya sangatlah penting untuk diterapkan, selain bisa membantu agar artikel kita tetap terarah, topik artikel yang jelas juga sangat membantu untuk kita lebih mudah dalam melakukan penyusunan materi-materi yang dibutuhkan.

Demikianlah artikel tentang 3 tips saat mencari dan memilih topik artikel ini bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat
Kepo in Sumber Traffik Pengunjung Blog agar jelas optimasinya

Kepo in Sumber Traffik Pengunjung Blog agar jelas optimasinya

Jika selama ini kita berpendapat bahwa sumber traffik blog hanya bersumber dari mesin pencarian Google, mungkin kita perlu segera meralat pola pikir tersebut. Pasalnya, sumber traffik untuk blog bisa dicari dan diraih melalui sumber-sumber lainnya.

Seringkali tanpa kita sadari bahwa selama ini, kita hanya terpaku pada satu teknik saja (SEO) guna meningkatkan traffik blog.

Seperti contohnya bahwa artikel kita harus selalu menjadi nomor 1 di Google SERP, padahal kita sendiri sudah tahu bahwa untuk bisa masuk ke posisi #1 dengan kata kunci yang memiliki volume pencarian dan persaingan tinggi tentu di butuhkan teknik-teknik SEO tingkat tinggi juga.

Mulai dari konten yang lengkap dan user friendly, struktur template, heading tag, hingga pemasangan backlink-backlink berkualitas untuk artikel yang ditarget pun perlu dilakukan guna menembus persaingan tersebut.

Namun masalahnya, banyak dari kita yang nggak sabaran dan merasa sudah hebat (padahal baru bisa nambahin alt tag di gambar saja) sehingga merasa bahwa artikel yang sudah kita buat tersebut pasti bisa tampil di posisi no#1 dengan kata kunci yang volume dan persaingannya sulit tadi.

Untuk pakar SEO, ini masalah ngga rumit-rumit banget, karena memang bidang mereka sudah mendarah daging disana.

Sedangkan bagi kita yang levelnya belum sama dengan mereka tentu perlu sadar diri bahwa itu semua butuh waktu dan konsistensi yang super untuk selalu memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi. Meskipun begitu, tentu kita tidak perlu berkecil hati. Semua ada masanya.

Sambil menyelam sambil minum air, mungkin pepatah ini berguna untuk kita yang memang baru beranjak menyelami dunia per-bloggeran sehingga kita tidak sampai over Pe-De dan juga ngga perlu terlalu minder untuk bisa bersaing di SERPS.

Sumber Traffic Pengunjung Blog
Kembali pada topik artikel kita kali ini, sumber traffik pengunjung blog. Sumber traffik pengunjung untuk blog sebenarnya sangat banyak sekali, namun umumnya di kategorikan menjadi 3 Sumber yaitu :
I. Search Engine Traffic
II. Referral Traffic
III. Direct Traffic


I. Search Engine Traffic


Jika kita perhatikan, jumlah mesin telusur yang ada sangatlah banyak, mungkin bisa lebih dari puluhan. Namun, dari sekian banyak mesin telusur, hanya ada beberapa yang sangat terkenal dan cukup populer di seluruh dunia hingga saat ini.

Sebutlah Google Search Engine (siapa yang ngga tahu mesin telusur yang satu ini) kemudian ada juga mesin telusur Yahoo, Bing, Yandex, Baidu, Duckduck Go, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Ketika kita berbicara traffik, maka traffik dari Search Engine adalah traffik yang asal masuknya pengunjung berasal dari mesin telusur tadi. Pola yang digunakan pun umumnya selalu sama.
  • Mereka mengetikkan/mengucapkan kata kunci pencarian;
  • Melihat daftar situs didalam halaman pencarian (terdapat daftar blog kita disana);
  • Mengklik link yang mengarah masuk ke blog kita.

Saat pengunjung blog kita masuk melalui pola diatas, maka kunjungan tersebut sudah terhitung sebagai traffik dari Search engine.

Menurut jenisnya, traffik dari search engine ini kemudian dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu :
  1. Organic Search Traffic
  2. Paid Search Traffic

1. Organic Search Traffic

Organic search traffic adalah traffik yang datangnya dari search engine melalui klik pengunjung pada link blog kita yang tertera di dalam halaman hasil telusur dan tanpa menggunakan jasa agen PPC (Pay Per Click).

Kategori traffik yang satu ini adalah sumber traffik yang paling populer, selain karena banyak penggiatnya (pelaku SEO), sumber traffik ini adalah sumber traffik yang bisa mendatangkan pengunjung berlimpah ke blog tanpa perlu melakukan kegiatan promosi yang berarti.

2. Paid Search Traffic

Nah kalau kategori Paid search traffic ini prinsipnya tetap menggunakan mesin telusur, namun traffik yang masuk itu berasal dari klik pengunjung pada link blog kita yang sudah ditempatkan oleh agen PPC (Pay Per Click) berdasarkan kata kunci yang digunakan pengunjung.

Salah satu contoh agen PPC yang kita ketahui saat ini adalah Google Adwords. Google Adwords sendiri memiliki slot di halaman hasil pencarian Google untuk menampilkan link blog kita, nah untuk bisa menempatkan link blog kita di slot tersebut, maka kita perlu menyiapkan budget khusus pada agen PPC tadi.

Untuk melihat langsung perbedaan asal pengunjung yang masuk ke blog kita melalui Organic Search Traffic dan Paid Search Traffic bisa diperhatikan pada gambar dibawah berikut.

Paid Search traffic dan organic search traffic
Membedakan Paid Search Traffic dan Organic Search Traffic
Kotak berwarna merah adalah slot dari Google Adword, jika pengunjung mengklik link blog kita disini maka traffiknya masuk jenis Paid Search Traffic, sedangkan jika pengunjung masuk dari link yang ada di kotak berwarna biru maka traffiknya ber jenis Organic Search Traffic.


II. Traffik Referral (Rujukan)


Sumber traffik pengunjung blog berikutnya adalah referral traffic atau lebih dikenal sebagi trafik rujukan.

Referral traffic terjadi apabila kunjungan yang masuk ke blog kita itu berasal dari klik pengunjung yang mengklik link blog kita saat mereka berada di halaman situs/blog orang lain.

Misalnya, kita berkomentar di blog orang lain, kemudian kita meninggalkan link blog kita disana. Beberapa waktu kemudian ada pengunjung lain yang datang dan membaca komentar kita, kemudian ia mengklik link tersebut hingga masuk ke blog kita. Maka traffik seperti ini disebut sebagai referral traffik.

Untuk kategori referral traffic ini ternyata juga banyak sumbernya dan melalui blog comment adalah salah satunya. Untuk lebih lengkapnya berikut adalah sumber-sumber traffik yang masuk kedalam kategori referral traffic, berikut diantaranya;
  1. Melalui situs media sosial (Facebook, Twitter, Instagram, Google Plus, Flickr, dll);
  2. Melalui situs sosial bookmark (Stumbleupon, Delicious, Mixx, Multiply,dll);
  3. Melalui situs forum ( forum detik, bersosial.com, forum viva, forum kompas, dll);
  4. Melalui blog comment ( berkomentar di blog lain dan meninggalkan link blog kita);
  5. Melalui guest post;
  6. Melalui kontes-kontes SEO, dll.


III. Direct Traffic


Sumber traffik pengunjung blog terakhir yang bisa kita bahas kali ini adalah Direct Traffic. Istilah direct traffic ini merujuk pada lalu lintas pengunjung yang masuk dengan mengetikkan langsung alamat url domain blog secara lengkap di search bar browser atau disaat mereka menggunakan bookmark supaya bisa langsung mengakses blog kita.

Contonya : saya mengetikkan http://www.mengelolablog.com di search bar browser, dan ketika saya enter maka akan blog saya (blog yang sedang kita baca ini) akan langsung terbuka.

Namun demikian, banyak yang menyepakati bahwa direct traffic ini bisa dihitung dari beberapa cara lainnya seperti :
  1. Mengklik tautan dalam email seperti outlook, thunderbird atau sejenis
  2. Mengklik link dari dokumen PDF ataupun Ms Office.
  3. Mengklik link yang berasal dari aplikasi perangkat mobile.
  4. Mengklik link dari aplikasi desktop messenggers, dll.

Baca juga : Cara menggunakan Google Analytics halaman reporting


Kesimpulan


Secara garis besar, sumber traffik pengunjung blog di kelompokkan menjadi tiga besar yaitu, Search Engine Traffic, Referral Traffic dan Direct Traffic. Ketiga-tiganya memiliki proses dan optimasi blog yang berbeda-beda guna menambah jumlah pengunjung ke dalam blog kita.

Sering terlihat bahwa ada blog yang memiliki banyak pengunjung di media sosial tapi kalah di SEO, pun begitu pula sebaliknya, SEO nya bagus tapi pengunjung media sosialnya kecil. Ini berarti, kita juga perlu memahami blog kita sendiri, lebih potensial dari sumber mana trafik pengunjung bisa kita raih.

Sehingga peningkatan traffikpun bisa kita raih lebih cepat dan blog juga bisa berkembang lebih jauh lagi. Demikianlah artikel tentang Kepo in Sumber Traffik Pengunjung Blog, lebih jelas optimasinya bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat
7 Keluhan yang sering dirasakan blogger pemula

7 Keluhan yang sering dirasakan blogger pemula

Ngeblog menurut saya pribadi sejatinya adalah hobi, namun terkadang banyak kita dengar bahwa ngeblog bisa menjadi ladang penghasilan bagi sebagian orang. Ya, faktanya banyak sudah blogger-blogger yang memang bisa memiliki penghasilan tetap setiap bulan melalui kegiatan blogging ini.

Hal tersebut tentu menarik minat sebagian generasi muda saat ini. Selain karena senang dengan hal yang berbau internet dan teknologi, bisa menghasilkan uang dari blog merupakan alasan lain mengapa mereka tertarik untuk mencoba untuk berkecimpung di dunia blogging ini.

Namun begitu, mengelola dan membangun blog yang bisa menghasilkan tentu perlu kerja keras dan juga disiplin, terkadang tidak semudah yang dibayangkan. Keluhan demi keluhan sering terlontar pada komentar ataupun thread-thread di berbagai forum blog.

Nah dari sekian banyak keluhan yang terjadi, berikut saya rangkumkan 7 keluhan yang sering dialami oleh blogger-blogger pemula, apa saja keluhannya ? simak infonya lebih lanjut pada artikel berikut ini.

7 Keluhan Blogger pemula


1. Traffik pengunjung sedikit


Perihal traffik pengunjung sedikit ini kerap menjadi keluhan blogger pemula yang seringkali saya temui di beberapa forum blogger.

Untuk mendatangkan traffik pengunjung memang tidaklah semudah membalik telapak tangan.

Dimulai dari pemilihan topik blog, kualitas konten, jumlah dan variasi kata kunci serta konten, optimasi SEO, cara pemasaran konten, dan yang lain-lainnya, tentu sangat berpengaruh terhadap jumlah pengunjung yang datang.

Nah, untuk blog yang baru dibuat, apalagi dikelola oleh pemula yang masih minim pengalaman dalam mengoptimasi blog, tentu dibutuhkan banyak usaha, doa, kesabaran, waktu, disiplin serta konsistensi untuk terus mengoptimalkan blog serta selalu mengupdate konten guna mendatangkan banyak pengunjung.

Dengan cara seperti itu, maka perlahan tapi pasti pengunjung blog pun lambat laun akan bertambah dan bertambah seiring berjalannya waktu.

Baca juga : 3 Tips ini bisa meningkatkan pengunjung medsos ke blog kamu 


2. Sulit menentukan template


Keluhan berikutnya yang juga sering dialami oleh blogger pemula adalah mereka kesulitan untuk memilih template blog.

Keluhan yang terjadi umumnya diantara desain dan struktur template yang SEO friendly. Seperti misalnya, desainnya bagus tapi tidak SEO friendly, begitu juga sebaliknya.

Ya, secara garis besar template blog juga cukup berpengaruh terhadap jumlah traffik pengunjung blog. Sebuah riset yang dilakukan oleh engagingnewsproject.org menunjukkan bahwa desain bisa mempengaruhi jumlah kunjungan yang terjadi (sumber: engagingnewsproject.org).

Untuk menentukan template yang cocok digunakan, cara paling cepat dan mudah dilakukan adalah dengan bertanya pada blogger-blogger lain yang sudah lebih pengalaman dalam menggunakan beragam template yang ada.

Bisa melalui forum-forum tentang blogging, melalui kolom komentar, atau melalui sumber-sumber referensi lainnya yang dapat dipercaya, selebihnya tinggal disesuaikan dengan selera kita.


3. Artikel dicopas (copy paste)


Keluhan lain yang juga paling sering muncul adalah artikel di copas (baca: copy paste) oleh orang-orang yang kurang beretika.

Artikel yang di copas, baik secara langsung ataupun menggunakan teknik autoblog/AGC (Auto Generated Content) bisa membunuh semangat blogger-blogger pemula sehingga mereka menjadi malas untuk ngeblog.

Apalagi ketika mereka menemukan bahwa artikel hasil copas menempati peringkat yang lebih baik posisinya di Search Engine Results Pages dibandingkan dengan artikel originalnya.

Meskipun begitu, tentu saja ada donk cara untuk mengantisipasi atau menghindarinya, salah satu solusi yang umum dilakukan adalah dengan melaporkan konten yang dicopas ke Google DMCA kemudian memasang script Anti copas lalu mengalihkan feed blog ke feedburner.

Baca juga : Cara mencegah pencurian artikel oleh autoblog


4. Artikel blog susah masuk Page one


Masuk di halaman #1 SERPs dengan kata kunci yang tingkat persaingannya kecil namun ber jumlah pencarian sangat banyak adalah dambaan setiap blogger yang memang mengandalkan SEO untuk meraih pengunjung sebanyak-banyaknya.

Sengitnya persaingan kata kunci dan domain authority dari mastah SEO, membuat artikel-artikel yang dibuat oleh blogger pemula menjadi terlempar ke ujung halaman nomor sekian.

Untuk memahami SEO lebih jauh tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar, perlu yang namanya "trial and error", kalau perlu coba ikutan kontes-kontes SEO skala kecil untuk mengetahui bagaimana persaingan kata kunci dan teknik teknik-SEO yang digunakan.

Dengan begitu setidaknya kita mempunyai gambaran bagaimana cara untuk mengoptimalkan blog agar bisa masuk Page one.


5. Banyaknya komentar spam


Karena belum memahami lebih jauh dampak komentar spam dan membiarkan pengaturan komentar pada posisi default. Banyak blog baru yang akhirnya menjadi sasaran para spammer.

Berjenis-jenis link penjualan obat, ataupun link-link yang sifatnya gambling dapat merusak reputasi dari konten itu sendiri.

Oleh karena itu sangat disarankan bagi blog baru untuk langsung mengaktifkan sistem moderasi komentar agar setiap komentar yang masuk bisa kita filter terlebih dahulu sebelum komentar tersebut di publikasikan kedalam postingan blog kita.


6. Tidak fokus buat artikel


Ngga fokus buat artikel memang sering terjadi dan sering dialami, bahkan bagi profesional blogger sekalipun.

Baru dapat ide dan mulai mengetikkan beberapa kalimat tiba-tiba pesan dari medsos masuk, ada email baru, sms, chat, yang silih berganti masuk dan berdering di handphone sehingga kita gagal untuk kembali fokus ketika membuat artikel.

Ada beberapa cara yang cukup efektif digunakan diantaranya dengan membuat silent hp-nya atau ubah waktu menulis artikelnya.


7. Kehabisan Ide postingan


Kehabisan ide postingan juga menjadi salah satu keluhan yang cukup sering saya temukan di forum-forum blogger. Bahkan ada yang lebih dari seminggu masih juga merasa kehabisan ide postingan.

Menurut apa yang saya alami, ide-ide untuk dijadikan artikel dan postingan sebenarnya sangatlah banyak, cuma terkadang kita sering terpaku pada satu topik bahasan saja sehingga terasa cukup mengekang.

Ditambah lagi dengan seringnya kita mengacuhkan ataupun malas untuk mencatat ide-ide postingan yang sering kali muncul secara tiba-tiba.

Alhasil disaat kita membutuhkan ide-ide segar, kita seakan tidak memiliki ide dan bahkan serasa kehabisan ide lagi untuk membuat postingan.

Baca juga : Google Keep : Kumpulkan ide menjadi lebih mudah


Kesimpulan


Semua kegiatan pasti ada masanya kita mengalami kejenuhan, capek dan rasa bosan lainnya. Namun jika kita baru memulainya maka, hal yang paling penting untuk ditekuni adalah mempelajari dan juga mempraktekkannya dengan sebaik-baiknya.

Selain itu, selalu berusaha untuk mempersiapkan apa yang akan dilakukan dengan merencanakan kegiatan terlebih dahulu, tentu akan mengurangi hambatan-hambatan yang ada sekaligus meminimalisir keluhan yang malah sering membawa kita pada keinginan untuk segera menyerah.

Demikianlah artikel tentang 7 Keluhan yang sering dialami blogger pemula ini bisa saya sampaikan, semoga bisa bermanfaat, terima kasih.