Bagaimana membuat artikel yang berkualitas ? - Mengelola Blog

Bagaimana membuat artikel yang berkualitas ?

Berapa banyak jumlah kata yang kamu butuhkan untuk membuat sebuah artikel yang berkualitas ? Pertanyaan inilah yang kerap kali muncul sebagai perdebatan dan berakhir pada pendapat individu masing-masing blogger.

Sebagian blogger menuliskan, cukup 300 kata dalam sebuah artikel;  ada juga yang menyarankan sekitar  500 kata untuk membuat sebuah artikel yang berkualitas.

Jika kamu bayangkan jumlah kata sebanyak 300 kata,  itu hanya akan menghasilkan 5 paragraf dalam sebuah artikel yang akan kamu buat ( kamu boleh coba hitung untuk 5 paragraf dalam artikel ini - [1] ).

Dengan jumlah sebanyak  5 paragraf saja, apakah kamu benar-benar bisa masuk kedalam inti materi artikel yang akan kamu sajikan kepada pembaca setia blog kamu?  Rasanya sulit deh.

Kevin Espiritu (serpiq.com) dalam laporan analisanya terhadap jumlah kata didalam sebuah konten artikel dibandingkan dengan peringkat halaman pada SERP ( Search Engine Result Page/ hasil halaman mesin pencari )  menyebutkan bahwa, rata-rata jumlah kata dalam konten untuk halaman yang berada di peringkat pertama hasil SERP adalah sekitar 2450 kata.

bagaimana-artikel-yang-berkualitas-dibuat
Membuat artikel yang berkualitas-mengelolablog.com

Artikel yang memiliki jumlah kata sebanyak itu biasanya diteliti secara menyeluruh dan menawarkan banyak data untuk mendukung poin-poin penting yang sedang di bahas.

Sementara, artikel yang berjumlah 500 kata atau kurang, hanya akan menyentuh pada beberapa ide pokoknya saja.

Artikel posting blog kamu yang mendetail dan lebih masuk kedalam pembahasan, sangat memungkinkan untuk memberikan  jawaban dari setiap pertanyaan yang sering diajukan oleh pembaca blog kamu.

Berikut adalah grafik perbandingan antara jumlah kata dengan hasil SERP yang saya baca di web serpiq.com [2]

bagaimana-artikel-yang-berkualitas-dibuat
Grafik SERP dan panjang artikel ( sumber : serpIQ )

Kamu bisa perhatikan data diatas, bahwa konten yang berada di SERP no 1,2 dan 3 paling sedikit memiliki jumlah kata diatas 2400 kata dalam konten mereka. Namun, sekarang kita kembalikan saja pada realitas yang sering dialami para blogger.

Tidak banyak blogger yang memiliki waktu (termasuk saya juga lho) untuk membuat artikel dengan 2400 kata didalamnya.

Tentu kamu pun tidak memiliki banyak waktu untuk membuat  artikel dengan jumlah kata diatas 2400  setiap artikelnya kan ? ( jangankan 2450 kata, 500 kata aja sudah bikin pusing :P).

Dan yang ingin saya sampaikan pada artikel kali ini adalah kamu tidak perlu terlalu fokus terhadap berapa banyak kata yang dibutuhkan dalam menulis artikel, tetapi lebih kepada "cara kamu" mempersiapkan pembuatan konten artikel yang menawarkan pemahaman berharga untuk pembaca blog kamu.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu gunakan dalam membuat konten artikel yang lebih berkualitas, mendalam dengan cara yang efisien :



#1. Buat Kerangka artikel sebelum menulis


Jika kamu mau meluangkan sedikit waktu, setidaknya hanya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit, untuk menuliskan kerangka tulisan / garis besar artikel sehari sebelum kamu menulis.

Cobalah untuk lakukan hal ini, karena dengan membuat kerangka tulisan, kamu dapat menghemat banyak waktu untuk jangka yang panjang.

Selain itu, kegiatan ini juga dapat membantu kamu untuk memenuhi poin-poin penting dalam artikel yang akan kamu buat dalam format yang logis dan alur pembahasan yang mengalir dengan baik untuk pembaca.

1.1. Buatlah judul artikel terlebih dahulu

Yang perlu dilakukan pertama kali untuk membuat kerangka tulisan adalah dengan memberikan judul kerja dari topik artikel yang akan kamu buat.

Dalam memberikan judul di tahap ini, judul tersebut tidaklah harus sempurna. Judul ini hanyalah panduan kamu untuk menemukan poin-poin berikutnya yang sesuai dengan artikel yang sedang kamu siapkan.

Baca juga : Cara membuat judul postingan yang menarik

1.2. Tentukan apa manfaat dari artikel yang akan dibuat

Selanjutnya, tuliskan beberapa daftar tujuan dan manfaat artikel yang akan dibuat, serta apa hasil yang kamu inginkan untuk pembaca setelah mereka membaca artikel kamu. Dari daftar tujuan tersebut, kamu akan dengan mudah menemukan ide-ide untuk melebarkan pembahasan kedalam poin-poin berikutnya.

Untuk praktisnya, kamu dapat memberikan 3 sampai 4 poin pembahasan, namun untuk artikel yang dibuat lebih detil dan mendalam, membutuhkan poin tambahan yang memang layak untuk dibahas.



#2. Mulailah membuat tulisan dari draft artikel yang sudah jadi


Siapkan secangkir kopi panas ataupun minuman favorit kesukaan kamu, buatlah suasana menulis yang tenang dan nyaman, jangan lupa siapkan  susunan kerangka tulisan yang sudah kamu buat sehari sebelumnya.

2.1. Susun dan kembangkan draft artikel tersebut

Mulailah untuk mengembangkan kerangka tulisan tersebut satu persatu dan ubahlah kedalam artikel. Susunlah kalimat demi kalimat dengan bahasa yang baik, sehingga kamu akan merasakan perbedaan bahwa betapa mudah dan cepat untuk menulis konten artikel yang baik jika kamu sudah mempersiapkan kerangka tulisan sehari sebelumnya.

Untuk membantu kamu tetap fokus, lakukan beberapa teknik untuk mengatur waktu pada saat menulis artikel,  cobalah menggunakan satu yang cocok yang bisa  kamu pakai.

2.2. Tetap fokus menulis dan gunakan tenik POMODORO

Salah satu teknik mengatur waktu saat menulis artikel adalah dengan menggunakan teknik POMODORO,  yaitu sebuah teknik mengatur waktu  dengan menyediakan  waktu jeda sekurangnya 5 menit untuk beristirahat sejenak. [3]

Hal ini dilakukan dengan merubah fokus perhatian selama jeda 5 menit,  sambil melakukan sedikit aktifitas yang berbeda dari menulis. Dengan melakukan hal ini , pikiran kamu akan  menjadi sedikit lebih rileks dan fokus saat kembali melanjutkan membuat artikel yang berkualitas.



#3. Buat kesimpulan yang relevan diakhir artikel 


Sebagian besar blogger  mengambil langkah ketiga ini setelah membuat kerangka tulisan. Bagi saya sendiri, saya lebih menyukai menulis inti topik artikel terlebih dahulu lalu dilanjutkan menuliskan kalimat pembuka yang menarik serta kesimpulan yang paling sesuai dengan artikel.

Paragraf pembuka paling tidak harus bisa menggambarkan isi artikel yang akan kamu tulis.  Kalimat pembuka yang sesuai dengan isi artikel bisa menambah nilai positif bagi pembaca, selanjutnya kamu tinggal melanjutkan "cara kamu" yang menakjubkan tentang bagaimana kalimat dalam artikel bisa mengalir.

Dan akan sangat baik jika kamu  memberikan  sebuah  paragraf  penutup yang kuat serta dapat merangkum poin yang telah kamu sampaikan dalam artikel.



#4. Evaluasi, koreksi dan edit kembali isi artikel sebelum di publikasikan


Langkah ini mutlak kamu lakukan, evaluasi isi tulisan kamu, koreksi kembali jika ditemukan makna  dan kalimat yang tidak sesuai, serta  lakukan perbaikan untuk menghindari kesalahan ejaan ataupun tata bahasa yang kurang tepat dan menyebabkan kredibilitas kamu jatuh dimata pembaca.

Hal ini juga membantu kamu untuk memastikan apakah kalimat dalam artikel itu bisa mengalir dengan baik, atau malah tersendat karena terdapat makna kata yang berbeda. Tidak ada salahnya untuk membiasakan hal ini sebelum kamu mempublikasikan artikel tersebut.

Baca juga :



Kesimpulan


Jadi, jika tujuan kamu adalah untuk menulis kembali, memperdalam materi artikel dengan tujuan untuk memberikan nilai lebih kepada pembaca kamu, cobalah ikuti rumus sederhana diatas dan lakukan dengan se-efisien mungkin.

Investasikanlah sedikit tambahan waktu dalam menulis, usahamu tidak akan pernah sia-sia dan saya yakin usaha itu akan terbayar dalam bentuk yang tak akan pernah kamu duga di masa yang akan datang.

Jika kamu merasa  bahwa cara yang saya sampaikan diatas masih kurang pas dan tepat, silahkan berikan tambahan  saran pada kolom komentar.

Sumber : 

[1] http://www.wordcounter.net/ 
[2] http://blog.serpiq.com/how-important-is-content-length-why-data-driven-seo-trumps-guru-opinions/
[3] http://www.ruangfreelance.com/atur-waktu-dengan-teknik-pomodoro/ 

No comments:

Post a Comment